Mengucapkan Selamat Natal pada Atasan untuk Formalitas, Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
- Pexels/Gustavo Fring
tvOnenews.com - Menjelang perayaan Natal, sebagian umat Islam kerap dihadapkan pada dilema sosial, terutama di lingkungan kerja.
Salah satu situasi yang sering terjadi adalah kewajiban tidak tertulis untuk mengucapkan selamat Natal kepada atasan atau rekan kerja nonmuslim.
Niatnya pun beragam, mulai dari menjaga hubungan profesional hingga menghindari anggapan sombong atau tidak toleran.
Namun, bagaimana sebenarnya hukum mengucapkan selamat Natal dalam pandangan Islam?
- tvOnenews.com - Angelia Nafriana
Pertanyaan ini pernah disampaikan dalam salah satu kajian yang diisi oleh Ustaz Abdul Somad (UAS). Seorang jamaah mengungkapkan kegelisahannya terkait tekanan sosial di tempat kerja.
Dalam pertanyaan tersebut, jamaah itu bertanya, apa hukumnya mengucapkan selamat Natal kepada atasan, meski sebenarnya tidak menginginkannya, namun takut dianggap sombong atau tidak menghargai.
Menanggapi hal tersebut, Ustaz Abdul Somad menyampaikan jawaban yang tegas sekaligus mengajak umat Islam untuk merenungkan kembali makna keimanan dan keberanian dalam bersikap.
"Takut dianggap sombong atasan atau takut dibilang kafir sama Allah SWT?" ujar Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad kemudian menyoroti prioritas rasa takut yang seharusnya dimiliki seorang muslim dalam kehidupannya.
"Berarti tak betul ucapan kita Allahu Akbar. Ada yang lebih besar lagi, atasan afwan," lanjutnya.
- Tangkapan Layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official
Lebih lanjut, UAS menjelaskan bahwa mengucapkan selamat Natal bukan sekadar ucapan biasa, tetapi memiliki konsekuensi akidah yang serius menurut pandangan Islam. Ia memaparkan setidaknya ada tiga konsekuensi yang terkandung dalam ucapan tersebut.
"Ketika kau mengucapkan selamat natal, berarti ada tiga konsekuensi. Pertama, kau sudah mengatakan Isa AS lahir pada 25 Desember, padahal dia tidak lahir 25 Desember, kau juga mengatakan Isa AS mati disalip, padahal Al-Quran mengatakan dia tidak mati karena disalib, ketiga ketika kau mengatakan selamat natal berarti sama artinya dengan Isa adalah anak Tuhan, naudzubillah," jelasnya.
Penjelasan ini menegaskan bahwa dalam Islam, Nabi Isa AS memiliki kedudukan sebagai nabi dan rasul Allah, bukan sebagai anak Tuhan.
Load more