GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi, Boleh atau Tidak dalam Islam?

Daripada saling berdebat, hukum merayakan Tahun Baru Masehi dalam konsep agama Islam tidak boleh tasyabbuh. Untuk pada umumnya, perayaan malam Tahun Baru Masehi boleh asal tak berbuat maksiat.
Sabtu, 27 Desember 2025 - 06:03 WIB
Ilustrasi pesta kembang api dalam perayaan Tahun Baru Masehi
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Perayaan Tahun Baru Masehi kerap kali terjadi dengan di setiap malam tanggal 1 Januari. Seluruh orang dari berbagai belahan dunia memeriahkan momentum tersebut.

Kemeriahan merayakan Tahun Baru Masehi juga kerap terjadi di Indonesia. Beberapa contoh umum perayaan malam ini, mulai dari pesta kembang api, bunyi terompet, hiburan malam, dan sebagainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah euforia malam tersebut, banyak pertanyaan yang muncul mengenai hukum merayakan Tahun Baru Masehi. Sebab mereka sangat meragukan dampaknya lantaran tidak ada dalam tradisi agama Islam.

ILUSTRASI - Pesta kembang api
ILUSTRASI - Pesta kembang api
Sumber :
  • Galih Pradipta-Antara

Asal Usul Tahun Baru Masehi

Merujuk dari artikel FMIPA UNESA, sejarah perayaan Tahun Baru Masehi sebenarnya bukan terletak pada bulan Januari. Kemeriahan momentum ini berlangsung lewat festival disebut Akitu.

Kala itu bangsa Babilonia kuno merayakan tahun baru sekitar akhir Maret pada 4.000 tahun lalu. Dalam hitungan waktu itu, hal tersebut berlangsung pada bulan pertama musim semi.

Pada era Romawi mulai mengalami pergeseran terkait perayaan Tahun Baru Masehi pada tanggal 1 Januari. Penyempurnaan Kalender Julian menjadi Kalender Gregorian resmi diperkenalkan pada era Paus Gregorius XIII pada tahun 1582.

Melalui sejarah ini, tentu agama Islam memiliki kalender sendiri biasa dinamai Kalender Hijriah. Untuk itulah, memahami kalender Masehi penting demi menghindari kekeliruan.

Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Prinsip Agama Islam

Melansir dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, ada prinsip tegas berasal dari agama Islam. Ini berguna untuk menjaga akidah, seperti tasyabbuh bil kuffar.

Mengacu dari Muslim.or.id, tasyabbuh sendiri memiliki arti "menyerupai" atau "meniru". Melalui definisi ini, umat Muslim dilarang menyerupai kaum non-Muslim.

Apalagi jika berurusan dengan meniru yang mengarahkan pada ciri khas ibadah atau keistimewaan dari acara keagamaan mereka. Ini telah menjadi peringatan bagi umat Muslim melalui hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka." (HR. Abu Dawud Nomor 4031).

Larangan tasyabbuh di sini bukan membatasi urusan duniawi dan muamalah pada umumnya. Akan tetapi lebih mengacu pada perkara menyerupai akidah dan ibadah non-Muslim.

Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Ulama

Sejumlah mazhab ulama mempunyai berbagai perbedaan pandangan. Pandangan pertama terkait hukum merayakan Tahun Baru Masehi adalah haram lantaran beralasan khawatir meniru khas agama lain.

Pandangan kedua membolehkan merayakan Tahun Baru Masehi. Dengan catatan, tidak mengarah pada perbuatan maksiat, tidak menyematkan keyakinan berbasis religius, serta tidak meninggalkan ibadah shalat.

Cara merayakan malam Tahun Baru Masehi yang boleh diwarnai kegiatan membaca Al-Quran, shalat sunnah, memperbanyak kegiatan dzikir, istighfar, dan sebagainya.

Melalui cara tersebut, para ulama melihat hukum larangan euforia itu dilihat dari isi perayaan. Artinya tidak mengacu pada peringatan momentum malam Tahun Baru Masehi.

Hal ini selaras dengan penjelasan pengasuh LPD Al Bahjah, KY Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya. Kala itu ia melihat permasalahan dari kegiatannya bukan urusan Tahun Baru Masehi.

Menurutnya, cara merayakan dengan berhura-hura, berfoya-foya dan sebagainya mengundang perbuatan maksiat. Hal ini menjadi larangan keras dari Allah SWT.

"Banyak merayakan ini adalah orang di luar Islam sana karena bangga dengan tahun baru mereka. Kemaksiatan di dalamnya jadi yang kita hentikan adalah kebiasaan-kebiasaan jelek," kata Buya Yahya dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Buya Yahya, hal itu menjadi tugas utama dari umat Muslim agar mengetahui batasan sikap memeriahkan Tahun Baru Masehi.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Bakal ke Amerika Pada 19 Februari, Teken Pakta Dagang RI–AS

Prabowo Bakal ke Amerika Pada 19 Februari, Teken Pakta Dagang RI–AS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan agenda tersebut telah masuk rencana kunjungan Presiden pada pertengahan Februari.
Dua RSUD Pemprov Jatim Raih Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani 2025 dari Kementerian PANRB

Dua RSUD Pemprov Jatim Raih Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani 2025 dari Kementerian PANRB

RSUD Haji Pemprov Jatim dan RSUD Dr. Soedono Madiun raih Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Gempa Terkini: Gempa Magnitudo 3,1 dengan Kedalaman 5 Kilometer Guncang Gunung Kidul

Gempa Terkini: Gempa Magnitudo 3,1 dengan Kedalaman 5 Kilometer Guncang Gunung Kidul

Inilah gempa terkini yang terjadi pada Kamis (12/2/2026). Gempa Magnitudo 3,1 mengguncang wilayah Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
Update Rotasi Pemain di Proliga 2026 Seri Bojonegoro: Bandung bjb Tandamata Turunkan Aulia Suci dan Pemain Asing Baru

Update Rotasi Pemain di Proliga 2026 Seri Bojonegoro: Bandung bjb Tandamata Turunkan Aulia Suci dan Pemain Asing Baru

Berikut daftar tim yang melakukan rotasi pemain di Proliga 2026 seri Bojonegoro, ada Bandung BJB Tandamata yang menurunkan pemain asing baru.
Menkum di Rapim POLRI: KUHP-KUHAP Baru Perkuat Kepastian Hukum untuk Pangan dan Energi

Menkum di Rapim POLRI: KUHP-KUHAP Baru Perkuat Kepastian Hukum untuk Pangan dan Energi

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa penerapan KUHP Nasional dan KUHAP yang baru menjadi instrumen strategis dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi nasional.
Pilot Smart Air Ternyata Sempat Kirim Pesan Sebelum Tewas Ditembak di Papua Selatan, Sampaikan Laporan Mereka Ditembaki dan Berlari Selamatkan Diri

Pilot Smart Air Ternyata Sempat Kirim Pesan Sebelum Tewas Ditembak di Papua Selatan, Sampaikan Laporan Mereka Ditembaki dan Berlari Selamatkan Diri

Pilot Smart Air ternyata sempat mengirimkan pesan sebelum tewas ditembak orang tak dikenal di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026). 

Trending

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Ditembak di Papua, Ini Nasib Terbaru 13 Penumpang

Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Ditembak di Papua, Ini Nasib Terbaru 13 Penumpang

Satgas Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Mohan Hazian Akhirnya Terang Benderang Akui Kesalahan, Resmi Mundur dari Thanksinsomnia Buntut Pelecehan Seksual

Mohan Hazian Akhirnya Terang Benderang Akui Kesalahan, Resmi Mundur dari Thanksinsomnia Buntut Pelecehan Seksual

Melalui pernyataan resmi, Rabu (11/2/2026), Mohan Hazian mengakui kesalahan atas kasus dugaan pelecehan seksual. Ia mengundurkan diri dari brand Thanksinsomnia.
Shalat Isya Mepet Waktu Subuh, Apakah Sah? 

Shalat Isya Mepet Waktu Subuh, Apakah Sah? 

Shalat Isya mepet dengan waktu Subuh atau satu jam sebelum adzan Subuh apakah masih sah? Simak penjelasan Syaikh Sa’ad bin Turki Al-Khotslan berikut ini.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games 2026, Begini Penjelasan Resmi PSSI

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games 2026, Begini Penjelasan Resmi PSSI

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan hingga saat ini federasi belum menerima surat resmi terkait pembatalan keikutsertaan Indonesia pada Asian Games 2026 yang akan digelar di Jepang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT