4 Ayat Al-Quran tentang Keutamaan Bulan Haram: QS. At-Taubah Ayat 36-37, QS. Al-Baqarah Ayat 194 dan 217
- Pexels/Murad Khan
Ayat ini menegaskan bahwa melakukan pelanggaran besar, seperti peperangan, pada bulan haram merupakan dosa yang berat.
Hal ini menunjukkan betapa tingginya kemuliaan bulan haram, sehingga tindakan yang merusak keamanan dan ketenteraman sangat dilarang.
4. QS. Al-Baqarah Ayat 194: Kehormatan dan Etika dalam Konflik
اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Bulan haram dengan bulan haram dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu, siapa yang menyerang kamu, seranglah setimpal dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]:194)
Ayat ini menjelaskan prinsip keadilan dan kehormatan dalam bulan haram.
Sekalipun terjadi konflik, Islam tetap menekankan etika, batasan, dan keadilan.
Bulan haram tetap harus dihormati, dan setiap pelanggaran memiliki konsekuensi hukum yang seimbang.
Empat ayat Al-Qur’an ini menjadi landasan kuat tentang keutamaan dan kehormatan bulan haram, yaitu:
QS. At-Taubah: 36 → Penetapan dan keutamaan bulan haram
QS. At-Taubah: 37 → Larangan mengubah atau memanipulasi bulan haram
QS. Al-Baqarah: 217 → Larangan berperang dan melakukan pelanggaran besar
QS. Al-Baqarah: 194 → Kehormatan serta etika hukum di bulan haram
Melalui ayat-ayat tersebut, umat Islam diingatkan untuk menjadikan bulan haram sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi dosa dan kezaliman dalam bentuk apa pun. (gwn)
Load more