Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram paling istimewa. Di dalam bulan ini, ada banyak sekali peristiwa penting dalam agama Islam.
Di bulan Rajab, berbagai peristiwa ini telah menjadi sejarah yang harus diabadikan umat Islam, mulai dari awal mula kehamilan Siti Aminah mengandung Nabi Muhammad SAW, perang, kebangkitan Imam Mahdi, Isra Miraj, serta peristiwa lainnya.
Selain meningkatkan amal saleh, betapa pentingnya memahami berbagai peristiwa bersejarah terletak di bulan Rajab. Hal ini akan menjadi pembahasan menarik dalam teks khutbah Jumat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat.
Tim tvOnenews.com merekomendasikan tema teks khutbah Jumat singkat untuk khatib shalat Jumat, 9 Januari 2026, bertajuk "Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj".
Teks Khutbah Jumat: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj
- ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Khutbah Pertama
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Pertama-tama, marilah kita mengucapkan segala puji hanya bagi Allah SWT telah menjadikan kita sebagai umat Islam yang bertakwa serta nikmat iman dan Islam sehingga kita dapat kembali berkumpul di sini untuk melaksanakan shalat Jumat pada kesempatan hari ini.
Marilah kita senantiasa menggetarkan sholawat serta salam, semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa cahaya dan petunjuk bagi semesta alam.
Saudara seiman yang dirahmati Allah,
Kita telah berada di babak pertengahan bulan Rajab. Bulan ini merupakan salah satu bagian bulan haram yang memiliki keistimewaan bagi Allah SWT.
Di bulan Rajab inilah, marilah menjadikan momentum kita memperbanyak amal saleh serta takwa kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana dalam keterangan Surat At-Taubah Ayat 36, Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah, 9:36).
Kaum muslimin rahimakumullah,
Saat memasuki bulan Rajab, dalam benak kita, bulan ini tidak hanya untuk meningkatkan amal saleh, tetapi penting bagi kita betapa berartinya bulan haram ini karena ada banyak peristiwa bersejarah dalam agama Islam yang menjadi renungan kita bersama.
Peristiwa pertama adalah awal kehamilan Sayyidah Aminah binti Wahb. Siti Aminah mulai mengandung sosok Nabi Muhammad SAW di malam Jumat tanggal 10 Rajab, sekitar 53 tahun sebelum Hijriah.
Saat pertama kali mengandung Nabi Muhammad SAW, Aminah mengalami beberapa keajaiban, di antaranya tidak sedikit pun merasakan beban berat seperti ibu hamil, datangnya suara gaib, hingga didatangi berbagai Nabi seperti Nabi Idris, Nuh, Hud, Ibrahim, Ismail, Musa, hingga Isa.
Beberapa Nabi memberikan salam kepada Siti Aminah. Tak hanya itu, mereka juga menuangkan kabar gembira akan datangnya pemimpin umat berada dalam kandungan Aminah.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Peristiwa kedua adalah Isra Miraj. Peristiwa ini jatuh pada setiap tanggal 27 Rajab. Peristiwa ini sangat agung dan menjadikan titik awal Nabi Muhammad SAW mendapatkan mukjizat besar.
Peristiwa Isra Miraj ditandai dengan perjalanan Rasulullah SAW dalam semalam. Beliau berjalan dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil Aqsa (Palestina). Di sinilah, Nabi Muhammad SAW naik ke langit ketujuh atau Sindratul Muntaha.
Menurut ajaran agama Islam, Sidratul Muntaha merupakan pohon besar di langit ketujuh. Di sanalah, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT agar menyampaikan kabar bahwa umat Islam diperintahkan menjalankan shalat lima waktu.
Peristiwa ini telah diabadikan dalam Surat Al-Isra Ayat 1, Allah SWT berfirman:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra, 17:1).
Saudaraku sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Peristiwa ketiga terletak di bulan Rajab, yakni Hari Kebangkitan Imam Mahdi jatuh pada tanggal 15 Rajab. Hal ini berasal dari sebagian riwayat yang meyakini Imam Mahdi akan bangkit untuk membawa keadilan dan kebenaran di akhir zaman.
Peristiwa keempat adalah Perang Tabuk yang terjadi pada tahun 9 hijriah atau sekitar 630 Masehi. Kala itu, Nabi Muhammad SAW langsung memimpin ekspedisi militer terakhir untuk melawan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) di wilayah Tabuk yang berada di dekat perbatasan Yordania.
Di peristiwa Perang Tabuk, pasukan Romawi langsung gentar dan menawarkan perdamaian sehingga memenangkan diplomatik dan politik bagi umat Muslim. Untuk itu, perang ini tidak menggambarkan pertempuran besar.
Peristiwa kelima di mana Imam Ali bin Abi Thalib RA lahir pada tanggal 13 Rajab. Menariknya, beliau mendapatkan keistimewaan dilahirkan di dalam Ka'bah, Makkah.
Peristiwa lainnya, di antaranya Khalifah Umar bin Abdul Aziz wafat dalam usia 39 tahun, tepatnya pada bulan Rajab tahun 101 Hijriah hingga pembebasan Baitul Maqdis oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.
Khutbah Kedua
Jemaah shalat Jumat yang berbahagia,
Berbagai peristiwa ini tidak hanya sejarah dalam agama Islam, melainkan sebagai bentuk pelajaran betapa pentingnya ketaatan atas perintah Allah SWT. Marilah menjadikan peristiwa di bulan Rajab sebagai inti kehidupan seorang Muslim.
Contoh sederhananya adalah shalat. Kebutuhan menunaikan shalat sebagai wujud nyata bagaimana kita menjaga ketaatan dan keimanan kepada Rabbul 'Alamin.
Ada banyak hikmah dalam peristiwa di bulan Rajab. Setidaknya dari berbagai peristiwa ini juga menjadikan sarana kita bermuhasabah diri, memperkuat kualitas shalat, iman, serta niat masuk dalam golongan hamba yang istiqomah di jalan-Nya.
Apakah kita masih mengingat filosofi bulan Rajab? Bulan Rajab adalah waktu terbaik menanam. Kita mulai fokus memperbaiki diri hingga melatih amal saleh sebelum memasuki bulan Ramadhan sebagai bulan memanen pahala.
لِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Antara, Yayasan Amal Jariyah Indonesia, BAZNAS RI.
Load more