News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sering Baca Shalawat tapi Tidak Pernah Shalat, Bagaimana Statusnya dalam Islam? Begini Penjelasan Gus Baha

Orang yang sering bershalawat tapi tidak pernah shalat, bagaimana statusnya dalam Islam? Begini penjelasan dari Gus Baha.
Rabu, 14 Januari 2026 - 06:48 WIB
Ilustrasi membaca sholawat
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Fenomena seseorang yang rajin bershalawat namun belum menunaikan shalat kerap memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. 

Sebagian mempertanyakan nilai ibadah tersebut, sementara yang lain melihatnya sebagai pintu awal menuju kebaikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam salah satu kajiannya, Gus Baha memberikan penjelasan mendalam terkait persoalan ini dengan merujuk pada kisah di zaman Rasulullah SAW.

Gus Baha mengawali penjelasannya dengan mengisahkan seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal memiliki kebiasaan buruk, namun tetap menunjukkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. 

Sosok tersebut bernama Abdullah, yang oleh teman-temannya sering dipanggil Khimar.

Abdullah atau Khimar dikenal sebagai pribadi yang ceria dan kerap membuat Rasulullah SAW tertawa. 

Namun di sisi lain, ia juga memiliki kebiasaan mabuk-mabukan, bahkan pernah melakukannya di Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi, Madinah
Masjid Nabawi, Madinah
Sumber :
  • tvOnenews - Gigih Wahyuningsih

Suatu ketika, Khimar ditanya mengapa ia mabuk di masjid Rasulullah SAW, bukan di tempat lain seperti terminal atau jalanan. 

Jawaban yang disampaikannya justru mengandung makna yang dalam.

"Setiap ditanya 'Kamu itu orang fasik kok gak di terminal atau di jalanan, tapi kok malah di masjid?'" ucap Gus Baha menerangkan.

Khimar menjelaskan bahwa ketika ia tidak melihat Rasulullah SAW, hatinya justru terasa gelisah. 

Begitu pula saat ia tidak mabuk, kegelisahan itu tetap muncul. 

Bagi Khimar, berada dekat dengan Nabi SAW memberikan ketenangan tersendiri, meskipun dirinya masih terjerumus dalam maksiat.

Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Rasulullah SAW, sebagai pemimpin yang adil dan profesional, tetap menegakkan hukum. 

Walaupun Khimar adalah santrinya dan dicintai, setiap kesalahan tetap mendapatkan sanksi. 

Dalam kasus mabuk-mabukan, Al-Quran tidak menyebutkan batasan hukuman secara rinci, sehingga Rasulullah SAW menjatuhkan hukuman sesuai kebijaksanaan beliau.

Dalam beberapa riwayat, Khimar pernah dihukum cambukan antara 20 hingga 80 kali menggunakan alat sederhana.

"Barid itu pelepah kurma dan ni'al itu sandal," terang Gus Baha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suatu hari, seorang sahabat menegur Khimar dengan keras dan melontarkan laknat kepadanya. 

Ucapan tersebut justru membuat Rasulullah SAW murka dan langsung menegur sahabat itu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
5 Zodiak Paling Hoki 28 Juni 2026: Gemini Rezeki Mengalir, Taurus Paling Bersinar

5 Zodiak Paling Hoki 28 Juni 2026: Gemini Rezeki Mengalir, Taurus Paling Bersinar

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 28 Juni 2026, di antaranya Gemini ada rezeki mengalir hingga Taurus paling bersinar.
Hari Pernikahan Makin Dekat? Nathalie Holscher Beri Kode Lewat Foto Prewedding Terbaru Bersama Aripat

Hari Pernikahan Makin Dekat? Nathalie Holscher Beri Kode Lewat Foto Prewedding Terbaru Bersama Aripat

Hari pernikahan semakin dekat? Nathalie Holscher beri kode lewat foto prewedding terbaru bersama Aripat.
KAI Daop 6 Yogyakarta: Perjalanan KA Aman Pascagempa

KAI Daop 6 Yogyakarta: Perjalanan KA Aman Pascagempa

Seluruh perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dipastikan dalam keadaan selamat dan aman pascagempa yang mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu (27/6), 14.48 WIB.
23 Juta Nasabah Keluarga Prasejahtera Terlayani Akses Pembiayaan

23 Juta Nasabah Keluarga Prasejahtera Terlayani Akses Pembiayaan

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menjangkau dan melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia, ini upaya meneguhkan peran sebagai lembaga pemberdayaan yang hadir untuk membuka akses pembiayaan dan pendampingan bagi masyarakat.
Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Dunia, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Program Latsarmil

Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Dunia, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Program Latsarmil

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkap lima orang calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti pelaksanaan pelatihan dasar militer (Latsarmil).

Trending

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT