Pikiran ke Mana-mana saat Shalat sampai Lupa Rakaat, Ternyata Ini Penyebabnya Kata Ustaz Adi Hidayat
- Pexels/Michael Burrows
tvOnenews.com - Tidak sedikit orang yang merasa mampu fokus dalam berbagai aktivitas, namun justru kehilangan konsentrasi ketika berdiri di hadapan Allah dalam shalat.
Pikiran tiba-tiba melayang ke urusan sepele, bahkan sampai lupa jumlah rakaat yang sudah dikerjakan.
Fenomena ini mendapat perhatian khusus dari Ustaz Adi Hidayat. Melalui penjelasannya di kanal YouTube pribadinya, ia mengungkap akar masalah sekaligus solusi agar shalat kembali menjadi ibadah yang menenangkan dan menjaga diri dari maksiat.
Ustaz Adi Hidayat mengawali penjelasannya dengan mengingatkan pentingnya kesabaran dalam menumbuhkan amal saleh.
Menurutnya, amal ibadah yang dilakukan secara konsisten bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi penjaga diri dari perbuatan buruk di kemudian hari.

- Pexels/Michael Burrows
“Bersabarlah Anda dalam meningkatkan amal shaleh. Karena amal shaleh itu yang bisa menjaga Anda dari maksiat di masa depan,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan petunjuk dalam Al-Quran, bahwa kebiasaan beramal saleh akan membentuk benteng perlindungan dari sumber-sumber keburukan.
Ketika ibadah menjadi rutinitas yang hidup dalam keseharian, maka ia akan berfungsi sebagai pengendali diri.
Dalam hal ini, shalat mendapat penekanan khusus. Ustaz Adi Hidayat menyebut shalat sebagai ibadah paling utama yang harus dijaga.
Selain menjadi penahan dari maksiat, shalat juga merupakan amalan pertama yang akan dihisab dan menjadi jalan menuju surga.
Namun, ia mengingatkan bahwa menjaga shalat tidak cukup hanya dengan mengerjakan gerakannya.

- Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official
Umat Islam juga perlu memahami ilmunya dan mendalami maknanya.
“Pelajari cara-cara shalat, pelajari makna-makna shalat,” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Awas ya. Karena banyak orang tau cara shalat tapi ia tak paham makna shalat,a” lanjutnya.
Ustaz Adi Hidayat kemudian menyinggung persoalan yang sering dialami banyak orang, yaitu munculnya gangguan pikiran saat shalat, terutama ketika takbiratul ihram.
Ia menjelaskan bahwa pada momen itulah setan berusaha mengalihkan fokus manusia.
“Kalau Anda belum shalat, itu bisa fokus. Tapi saat bertakbir, setan akan berbisik untuk mengingatkan ini-itu,” jelasnya.
Gangguan tersebut sering kali berupa hal-hal yang sebenarnya tidak mendesak.
“Allahu akbar, jemuran belum diangkat, kunci mobil di mana. Sampai ada orang shalat ia tak sadar berapa rakaat dia menunaikan shalatnya,” tambahnya.

- Pexels/Michael Burrows
Solusi dari kondisi ini, menurut Ustaz Adi Hidayat, adalah kembali belajar dan memahami makna shalat secara serius.
Ia mengajak umat Islam untuk benar-benar menyadari apa yang diucapkan saat berdiri menghadap Allah.
“Ayo belajar, pahami makna shalat. Ketika bertakbir, pahami apa maksud Allahu akbar,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa shalat yang dipahami maknanya dan dikerjakan dengan benar memiliki kekuatan besar dalam menjaga akhlak.
“Kalau Anda paham makna shalat, kemudian dikerjakan dengan benar, itu yang bisa mencegah dua sumber keburukan,” lanjutnya.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, dua sumber keburukan tersebut adalah fahsya’, yaitu perbuatan buruk yang tampak akibat dorongan syahwat seperti zina dan pornografi, serta munkar, yaitu keburukan yang lahir dari keinginan hati, seperti berdusta, mencuri, bertengkar, hingga korupsi.
Karena itu, ia menegaskan bahwa shalat yang benar seharusnya membentuk karakter seseorang.
“Jadi mustahil ada orang shalat yang bisa berbuat fahsya’ dan munkar,” tegasnya.

- Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official
Ia menutup dengan pesan penguatan iman di tengah tantangan zaman.
“Jadi kalau shalat kita dekat dengan Allah, shalat kita baik, maka kita akan dijaga dari sifat semacam itu,” ucap Ustaz Adi Hidayat.
“Sekalipun nanti hidup di akhir masa, InsyaAllah semua hal itu membuat kita teguh dalam hal ibadah, dikuatkan oleh Allah SWT,” tutupnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa lupa rakaat dan pikiran yang melayang saat shalat bukan sekadar persoalan konsentrasi, melainkan tanda perlunya memperdalam makna ibadah.
Dengan memahami shalat secara utuh, ibadah tidak hanya menenangkan, tetapi juga menjadi pelindung diri dari berbagai bentuk keburukan. (gwn)
Load more