Baca Surah Yasin di Malam Nisfu Sya'ban Memang Ada Dalilnya? Begini Kata Buya Yahya
- iStockPhoto
Bahkan, menurutnya, amalan tersebut tidak harus terbatas pada Surah Yasin saja. Membaca Al-Quran dalam jumlah lebih banyak pun diperbolehkan.
“Bahkan tidak hanya Surah Yasin, kalau bisa satu Al-Quran penuh 30 juz juga boleh,” kata Buya Yahya.
Hal itu karena membaca Al-Quran merupakan bentuk tawasul, yakni memohon kepada Allah SWT dengan perantara amal shaleh yang dilakukan oleh hamba-Nya.

- tvOnenews - Gigih Wahyuningsih
“Boleh membaca Yasin, bagus. Kenapa harus Yasin? karena sudah familiar, sudah lancar membacanya,” kata Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menghakimi amalan orang lain, khususnya mereka yang membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Sya'ban.
Menurutnya, pelabelan haram secara serampangan justru tidak dibenarkan tanpa penjelasan syariat yang utuh.
Buya Yahya menjelaskan bahwa meskipun Nabi Muhammad SAW tidak secara khusus mengajarkan membaca Surah Yasin pada malam Nisfu Sya'ban, Rasulullah SAW pernah menyampaikan kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang tiga orang yang terperangkap di dalam sebuah goa.
Dalam kisah tersebut, ketiga orang itu dapat keluar dari goa dengan menyebut dan bertawasul melalui amal kebaikan yang pernah mereka lakukan.
Dari kisah inilah para ulama mengambil pelajaran tentang bolehnya bertawasul dengan amal shaleh.
Oleh karena itu, Buya Yahya menegaskan bahwa jika seseorang memiliki hajat apa pun, maka diperbolehkan membaca Al-Quran atau surah lainnya, kemudian memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hajat tersebut dikabulkan.
Dengan penjelasan ini, umat Islam diharapkan dapat bersikap lebih bijak dan saling menghormati perbedaan dalam praktik ibadah, khususnya dalam menghidupkan malam Nisfu Sya'ban. (gwn)
Load more