Teks Khutbah Jumat 6 Januari 2026: Persiapan Ramadhan, Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban
- Unsplash/David Rodrigo
Selain shalat, Rasulullah juga dikenal sangat rajin berpuasa sunnah. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari)
Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Bulan Sya’ban adalah bulan yang istimewa karena Rasulullah SAW memperbanyak puasa di dalamnya. Dalam riwayat lain disebutkan:
“Beliau berpuasa hampir seluruh bulan Sya’ban, bahkan seakan-akan beliau berpuasa penuh di bulan itu.” (HR. Al-Bukhari)
Puasa di bulan Sya’ban menjadi latihan spiritual agar hati dan tubuh siap menyambut Ramadhan. Namun, perlu diingat bahwa ibadah wajib harus lebih diutamakan daripada ibadah sunnah.
Tunaikan Utang Puasa Sebelum Ramadhan
Bagi kaum Muslimin yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya, maka kewajiban tersebut harus segera ditunaikan. Aisyah radhiallahu ‘anha menuturkan:
“Aku pernah memiliki utang puasa Ramadhan dan tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena kesibukanku melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“(Puasa itu dilakukan) pada hari-hari tertentu. Barang siapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah ia mengganti pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Khutbah Kedua
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan memperbaiki niat dalam setiap amal. Amal yang diterima di sisi Allah adalah amal yang ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah Ta’ala berfirman:
فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا
Load more