Sudah Rajin Shalat Dhuha tapi Rezeki Masih Seret? Jangan Salah Paham, Begini Penjelasan Gus Baha
- Pexels/Thirdman
Rajin Dhuha tapi Belum Kaya, Jangan Salah Paham
Gus Baha kemudian mengaitkan kisah tersebut dengan fenomena orang-orang yang rajin shalat Dhuha, Tahajud, dan Witir, namun secara ekonomi belum juga berkecukupan.
Menurutnya, kondisi seperti itu bukanlah tanda ibadahnya sia-sia.
Justru sebaliknya, Allah bisa jadi sangat mencintai sujud dan doa hamba-Nya.
"Bukan malah kok di transaksional, 'Gusti, saya sudah lama Tahajud dan Dhuha tapi kok tetap miskin? Dan orang yang tidak pernah shalat Dhuha kok kaya?" kata Gus Baha.
Cara berpikir yang menjadikan ibadah sebagai alat tukar duniawi inilah yang dinilai keliru oleh Gus Baha.
Menurut Gus Baha, seorang yang berpikir nubuwwah akan memahami bahwa belum diberi kekayaan bukan berarti tidak disayang Allah.
Bisa jadi, justru itu tanda bahwa Allah masih ingin mendengar doa, rintihan, dan sujud hamba-Nya.
Rezeki bukan hanya soal harta, tetapi juga tentang kedekatan dengan Allah, ketenangan hati, dan keberlanjutan amal shaleh hingga akhir hayat.
Maka, daripada mempertanyakan hasil duniawi dari ibadah, Gus Baha mengajak umat Islam untuk terus memperbaiki niat, menjaga keikhlasan, dan tetap setia dalam ketaatan, baik dalam lapang maupun sempit. (gwn)
Load more