GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sudah Rajin Shalat Dhuha tapi Rezeki Masih Seret? Jangan Salah Paham, Begini Penjelasan Gus Baha

Sudah rajin mengerjakan shalat Dhuha, tapi rezeki masih seret? Jangan sampai salah paham, begini penjelasan Gus Baha.
Senin, 9 Februari 2026 - 05:59 WIB
Ilustrasi berdoa
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

tvOnenews.com - Banyak orang muslim hari ini berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amalan. 

Shalat Dhuha, Tahajud, Witir, semua dilakukan dengan harapan hidup semakin berkah dan rezeki semakin lapang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tidak sedikit yang kemudian bertanya dalam hati, mengapa sudah rajin ibadah, tapi kondisi ekonomi masih terasa berat? 

Ternyata, kegelisahan tersebut pernah dibahas secara mendalam oleh KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha. 

Melalui penjelasannya, Gus Baha mengajak umat Islam untuk meluruskan cara berpikir dalam memahami hubungan antara ibadah dan rezeki.

Ilustrasi shalat Dhuha
Ilustrasi shalat Dhuha
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Berpikir Nubuwwah, Cara Pandang Seorang Muslim

Gus Baha menegaskan bahwa seorang muslim seharusnya menggunakan cara berpikir nubuwwah, yaitu cara berpikir ala kenabian yang masuk akal, lurus, dan tidak keliru dalam menyembah Allah maupun menjalani kehidupan.

Berpikir nubuwwah membuat seseorang tidak mudah kecewa dalam beribadah dan tidak menjadikan amal sebagai alat transaksi dengan Allah.

Kisah Orang Anshar dan Pelajaran Besar tentang Keikhlasan

Untuk menjelaskan hal ini, Gus Baha mengisahkan peristiwa di masa Rasulullah SAW. 

Diceritakan, orang-orang Anshar yang telah lama masuk Islam sempat memprotes Rasulullah karena merasa pembagian harta tidak adil. 

Mereka melihat orang-orang Quraisy yang baru masuk Islam justru mendapatkan bagian yang lebih banyak.

Padahal, orang-orang Anshar telah lama berjuang dan membantu Islam sejak awal.

Namun Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang-orang Quraisy yang baru masuk Islam diberi kambing dan unta, lalu pulang membawa harta. 

Sementara orang-orang Anshar pulang membawa sesuatu yang jauh lebih mulia: kebersamaan dengan Rasulullah SAW.

Mendengar penjelasan tersebut, orang-orang Anshar menangis. Mereka akhirnya pulang ke Madinah bersama Rasulullah dengan hati yang lapang.

Dari kisah ini, Gus Baha menekankan sebuah prinsip penting dalam beragama.

"Justru kalau sudah lama menolong, ya teruskan saja sampai mati supaya statusnya penolong Allah dan Rasul,"** ucap Gus Baha.

"Tapi jika Nabi sudah jaya lalu kamu meminta, berarti statusmu tamak kepada Allah dan Rasul," lanjutnya.

Rajin Dhuha tapi Belum Kaya, Jangan Salah Paham

Gus Baha kemudian mengaitkan kisah tersebut dengan fenomena orang-orang yang rajin shalat Dhuha, Tahajud, dan Witir, namun secara ekonomi belum juga berkecukupan. 

Menurutnya, kondisi seperti itu bukanlah tanda ibadahnya sia-sia.

Justru sebaliknya, Allah bisa jadi sangat mencintai sujud dan doa hamba-Nya.

"Bukan malah kok di transaksional, 'Gusti, saya sudah lama Tahajud dan Dhuha tapi kok tetap miskin? Dan orang yang tidak pernah shalat Dhuha kok kaya?" kata Gus Baha.

Cara berpikir yang menjadikan ibadah sebagai alat tukar duniawi inilah yang dinilai keliru oleh Gus Baha.

Menurut Gus Baha, seorang yang berpikir nubuwwah akan memahami bahwa belum diberi kekayaan bukan berarti tidak disayang Allah. 

Bisa jadi, justru itu tanda bahwa Allah masih ingin mendengar doa, rintihan, dan sujud hamba-Nya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rezeki bukan hanya soal harta, tetapi juga tentang kedekatan dengan Allah, ketenangan hati, dan keberlanjutan amal shaleh hingga akhir hayat.

Maka, daripada mempertanyakan hasil duniawi dari ibadah, Gus Baha mengajak umat Islam untuk terus memperbaiki niat, menjaga keikhlasan, dan tetap setia dalam ketaatan, baik dalam lapang maupun sempit. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyampaikan kabar buruk kepada Timnas Indonesia U-17. Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut akan bermain menghadapi Jepang di lanjutan Piala Asia U-17 2026.
Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Tottenham Hotspur Gagal Maksimalkan Bantuan Arsenal

Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Tottenham Hotspur Gagal Maksimalkan Bantuan Arsenal

Tottenham Hotspur gagal memaksimalkan bantuan dari Arsenal. Mereka gagal mengalahkan Leeds United dalam laga terbaru di Liga Inggris 2025-2026.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 Vs Jepang di Piala Asia U-17 2026 Malam Ini: Pertaruhan Kurniawan Dwi Yulianto

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 Vs Jepang di Piala Asia U-17 2026 Malam Ini: Pertaruhan Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Indonesia U-17 akan bermain menghadapi Jepang pada laga terakhir Grup B Piala Asia U-17 2026. Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto perlu mengembalikan anak-anak asuhnya ke jalur kemenangan.
Jadwal Thailand Open 2026, Selasa 12 Mei: Leo/Daniel Langsung Beraksi, Jalan Terjal Debut Bagas/Putra

Jadwal Thailand Open 2026, Selasa 12 Mei: Leo/Daniel Langsung Beraksi, Jalan Terjal Debut Bagas/Putra

Jadwal Thailand Open 2026, di mana nasib ganda putra Indonesia langsung ditentukan hari ini termasuk Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang kembali berpasangan dan Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah langsung hadapi jalan terjal.
Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Polri mengungkap fakta baru terkait buronan kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis, Syekh Al-Misry. Tersangka yang kini berada di Mesir itu dipastikan memiliki lebih dari satu kewarganegaraan.
Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan jaringan pedofilia yang disebut melibatkan warga negara asing asal Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT