GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Muslim Mengucapkan Selamat Imlek Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Tegas Ustaz Adi Hidayat

Orang muslim mengucapkan selamat Imlek bagaimana hukumnya? Simak penjelasan tegas dari Ustaz Adi Hidayat.
Senin, 16 Februari 2026 - 01:15 WIB
Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026
Sumber :
  • tvOnenews.com - anf

tvOnenews.com - Dalam kehidupan sosial yang majemuk seperti di Indonesia, interaksi antarumat beragama adalah sesuatu yang tak terhindarkan. 

Ucapan selamat pada hari raya agama lain kerap menjadi perbincangan, terlebih saat momen besar seperti Imlek

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian orang menganggapnya sebagai bentuk toleransi dan sopan santun, sementara yang lain merasa perlu berhati-hati agar tidak melanggar batasan akidah. 

Lalu, bagaimana pandangan Islam terkait hal ini?

Isu ini pernah dijelaskan secara lugas oleh Ustaz Adi Hidayat.

Sambut Imlek
Sambut Imlek
Sumber :
  • tim tvone - syamsul huda

Dalam ceramahnya, beliau menyoroti aspek mendasar yang sering luput dari perhatian, yakni wilayah keyakinan (akidah) dalam Islam.

Penegasan tentang Ucapan Selamat dalam Perspektif Akidah

Menurut Ustaz Adi Hidayat, persoalan mengucapkan selamat pada perayaan agama lain bukan semata soal etika sosial, tetapi menyangkut ranah keimanan. 

“Mengucapkan selamat pada agama lain di luar keyakinan kita dalam keimanan kita sebagai muslim, itu tidak diperkenankan,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Penjelasan ini berangkat dari prinsip bahwa setiap Muslim memiliki batasan akidah yang tidak boleh dicampuradukkan. 

Dalam pandangannya, ucapan selamat yang terkait ritual atau perayaan agama lain dapat mengandung konsekuensi teologis.

“Haram hukumnya mengucapkan selamat A, selamat B, yang dalam ucapan selamat itu ada unsur pengakuan, ada agama yang dibenarkan selain Islam,” tegasnya.

Di sini, fokusnya bukan pada hubungan sosial, melainkan pada kemungkinan adanya unsur pengakuan kebenaran teologis di luar Islam. 

Menurut Ustaz Adi Hidayat, hal itu termasuk wilayah keyakinan yang bersifat prinsipil.

Wilayah Keyakinan Tidak Bisa Dikompromikan

Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa setiap pemeluk agama secara alami meyakini ajarannya sebagai yang paling benar. Hal itu adalah sesuatu yang wajar dan menjadi standar dalam beragama.

“Sebenarnya sama aja, yang non muslim juga meyakini kepercayaan mereka yang paling benar. Itu sebenarnya keyakinan standar setiap pemeluk agama,” ujarnya.

Namun, Islam mengajarkan keseimbangan antara toleransi sosial dan keteguhan akidah. 

“Itu indah dalam Islam, tidak ada paksaan dalam beragama. Kita tidak boleh paksa orang. Tapi kita pun tidak boleh mengikutkan keyakinan kita pada keyakinan orang lain,” lanjutnya.

Artinya, menghormati keberagaman tidak identik dengan mencampuradukkan keyakinan. 

Toleransi tetap dijaga, tetapi batasan iman juga harus dipelihara.

Landasan Al-Quran sebagai Dasar Keyakinan

Sebagai penguat argumentasi, Ustaz Adi Hidayat merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran Surah Ali Imran ayat 19:

“Allah sudah mengatakan yang Saya ridhai, yang Saya tetapkan hanya Islam, tidak ada yang lain,” ujar UAH.

Ayat ini menjadi fondasi bahwa dalam ranah akidah, seorang Muslim meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang benar di sisi Allah. 

Keyakinan ini, bukan sekadar pandangan personal, melainkan perintah yang bersumber dari wahyu.

“Sebagai seorang muslim kita meyakini hanya Islam yang benar, seperti non muslim meyakini kepercayaan dia yang paling benar. Itu urusan masing-masing,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Dengan demikian, ketegasan akidah tidak berarti merendahkan pihak lain, tetapi merupakan konsekuensi logis dari iman yang dianut.

Perbedaan pendapat dalam isu sosial-keagamaan memang selalu ada. 

Namun, bagi yang merujuk pada penjelasan Ustaz Adi Hidayat, inti persoalan terletak pada menjaga kemurnian keyakinan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Islam mengajarkan hidup berdampingan secara damai, tanpa harus mengorbankan prinsip iman.

Pada akhirnya, setiap Muslim perlu memahami landasan yang diyakininya, agar sikap yang diambil tidak sekadar mengikuti arus, tetapi didasari ilmu dan kesadaran beragama. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT