H-3 Ramadhan 2026: Tips Mengatasi Pusing saat Puasa Tanpa Bergantung pada Obat
- Pexels/Photo By: Kaboompics.com
Pusing di Awal Puasa: Wajar atau Tidak?
dr. Nurul Rakhmawati menegaskan bahwa sakit kepala di awal Ramadhan umumnya normal.
Tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan, hidrasi, dan tidur. Seiring waktu, keluhan biasanya berangsur berkurang ketika tubuh mulai menyesuaikan diri.
Namun, penting untuk mengenali perbedaan antara sakit kepala ringan dan gejala yang perlu diwaspadai.
Tanda Sakit Kepala yang Tidak Boleh Diabaikan
Ada beberapa kondisi yang menuntut perhatian medis segera:
1. Sakit Kepala Sangat Hebat Disertai Muntah Mendadak
Jika sakit kepala terasa luar biasa berat dan diikuti muntah tanpa didahului rasa mual, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
Gejala semacam ini bisa mengarah pada gangguan serius seperti stroke atau masalah neurologis lainnya.
2. Disertai Gangguan Anggota Gerak
Sakit kepala yang muncul bersamaan dengan kelemahan tubuh, kebas, atau sulit menggerakkan anggota badan perlu segera diperiksakan.
Ini termasuk tanda bahaya yang tidak berkaitan dengan adaptasi puasa biasa.
3. Diikuti Penurunan Kesadaran
Jika pusing atau sakit kepala disertai rasa linglung berat, mengantuk berlebihan, atau penurunan kesadaran, penanganan medis harus dilakukan tanpa penundaan.
Kapan Harus ke Rumah Sakit?
Apabila sakit kepala disertai salah satu gejala di atas, langkah terbaik adalah segera menuju fasilitas kesehatan.
Penanganan cepat sangat penting untuk memastikan penyebabnya dan mencegah risiko yang lebih besar.
Pusing saat puasa bukanlah hal aneh, khususnya di masa awal Ramadhan. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan penyesuaian tubuh terhadap perubahan gaya hidup.
Menjaga asupan cairan saat sahur, mengatur pola tidur, serta mengelola stres dapat membantu meminimalkan keluhan.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Mengenali gejala yang tidak normal adalah bagian penting dari menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. (gwn)
Load more