Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat: Ramadhan Tiba, Pintu-Pintu Surga Terbuka
- freepik.com
tvOnenews.com - Memasuki bulan Ramadhan, banyak kegiatan religi yang digelar.
Salah satunya adalah adanya ceramah kultum (kuliah tujuh menit) yang biasa dilakukan di masjid, mushola, maupun tempat lain.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan materi untuk mengisi kultum selama bulan suci Ramadhan berikut ini materi teks kultum Ramadhan yang dapat dijadikan sebagai referensi.
Dilansir dari muslim.or.id, materi kultum ini tentang keutamaan datangnya bulan suci saat pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.

- Ilustrasi AI
Materi Kultum Ramadhan 2026: Ramadhan Tiba, Pintu-Pintu Surga Terbuka
Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan kembali menyapa kita. Inilah waktu istimewa ketika Allah SWT melipatgandakan pahala, memperbesar ganjaran amal, serta membuka berbagai jalan kebaikan bagi siapa saja yang ingin meraihnya.
Salah satu hadits yang menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan adalah sabda Rasulullah SAW:
“إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار، وصفدت الشياطين” رواه البخاري ومسلم واللفظ له
“Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tanpa satu pun yang terbuka, dan pintu-pintu surga dibuka tanpa satu pun yang tertutup. Lalu ada penyeru yang berseru: ‘Wahai pencari kebaikan, kemarilah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!’ Dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka, dan itu terjadi setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi)
Para ulama menjelaskan bahwa dibukanya pintu-pintu surga di bulan Ramadhan disebabkan banyaknya amal saleh yang dilakukan oleh kaum muslimin.
Hal ini sekaligus menjadi dorongan agar semakin giat dalam berbuat kebaikan.
Sebaliknya, pintu-pintu neraka ditutup karena berkurangnya kemaksiatan dari orang-orang beriman.
Setan-setan pun diikat sehingga tidak bebas menggoda manusia sebagaimana di bulan-bulan lainnya.
Ramadhan, Bulan Penuh Keutamaan
Termasuk hikmah agung, Allah memilih sebagian makhluk-Nya, baik dari sisi waktu, tempat, maupun manusia tertentu, dengan keutamaan yang tidak dimiliki selainnya. Allah berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ
“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya (dengan kekhususan dan keutamaan).” (QS. Al-Qashash: 68)
Bulan Ramadhan merupakan salah satu waktu yang Allah pilih dan istimewakan dibanding bulan lainnya. Ini adalah bentuk rahmat dan karunia-Nya agar para hamba semakin bersemangat mendekatkan diri kepada-Nya dan menjauhi segala yang dimurkai.
Di antara keistimewaan bulan ini adalah dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, serta dibelenggunya setan-setan. Setiap malam di bulan Ramadhan, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka.
Selain itu, terdapat pula malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan.
Pada akhir Ramadhan, Allah juga mengampuni dosa orang-orang yang menjalankan puasa, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits.
Kesempatan Menggapai Surga
Dibukanya pintu-pintu surga menjadi peluang besar untuk memperbanyak amal kebaikan. Pada siang hari kita menjalankan ibadah puasa, kemudian dilanjutkan dengan shalat tarawih di malam hari. Anjuran untuk bersedekah, memberi makan orang berbuka, serta melaksanakan sahur dengan penuh keberkahan juga menjadi bagian dari amalan yang sangat dianjurkan.
Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an hendaknya semakin ditingkatkan di bulan ini. Terlebih lagi pada sepuluh malam terakhir, terdapat berbagai amalan seperti menghidupkan malam dengan ibadah, melaksanakan i’tikaf, hingga menunaikan zakat. Begitu banyak pintu kebaikan yang terbuka, sehingga tidak sepantasnya seorang muslim menyia-nyiakannya jika berharap meraih surga Allah SWT.
Menjauhi Perbuatan Maksiat
Salah satu penyebab manusia terjerumus dalam kemaksiatan adalah godaan setan. Di bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu sehingga manusia memiliki kesempatan lebih besar untuk meninggalkan perbuatan dosa.
Namun, dibelenggunya setan bukan berarti kemaksiatan hilang sepenuhnya. Masih ada faktor lain seperti hawa nafsu dan kebiasaan buruk yang dapat menjerumuskan manusia. Meski demikian, kemaksiatan yang terjadi di bulan Ramadhan biasanya lebih sedikit dibanding bulan lainnya. Inilah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal saleh.
Bisa Jadi Ramadhan Ini yang Terakhir
Bulan penuh keberkahan kini berada di hadapan kita. Patut kita renungkan, apakah Ramadhan kali ini akan kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, atau justru disia-siakan?
Bisa jadi, ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun berikutnya.
Oleh sebab itu, nikmat yang begitu besar ini harus disyukuri dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bersungguh-sungguh mengisi hari-harinya dengan amal ketaatan.
Semoga Allah senantiasa memberikan kita keistiqamahan dalam melakukan amal saleh.
Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad. (gwn)
Load more