Dapat THR Lebaran 2026 tapi Punya Utang, Lebih Utama Bayar Utang atau Kasih Orang Tua? Buya Yahya Beri Penjelasan
- dok.ilustrasi iStockphoto
Jakarta, tvOnenews.com- Sekalipun masih bulan ramadhan, tapi nuansa lebaran 2026 sudah mulai terbayangkan. Apalagi kalau dapat THR, makin nggak sabar.
Ternyata kabar pencairan THR masih dibahas oleh dewan perwakilan rakyat (DPR). THR diharapkan bisa lebih cepat.
Usulan itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. Dia mengatakan agar pembayaran tunjangan hari raya (THR) bisa dibayarkan H-14 sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.
"Pembayaran THR lebih awal memberi ruang waktu bagi penegakan hukum apabila terjadi pelanggaran,” ujar Edy Wuryanto, dilansir dari laman Antara, Selasa (24/2).
Hal ini seiring Edy merespons imbauan pemerintah kepada perusahaan swasta untuk menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebelum dan sesudah Lebaran, yakni pada 16–17 Maret serta 25–27 Maret 2026.
Melihat antusiasme lebaran tinggi, terlebih yang dapat THR. Muncullah pertanyaan, lebih utama bayar utang dulu atau kasih orang tua?

- dok.ilustrasi iStockphoto
THR dalam Islam
Atas iau THR atau tunjangan hari raya, umum diberikan pada pekerja atau buruh di Indonesia saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini pernah dibahas pendakwah Indonesia, Buya Yahya.
Dalam ceramahnya, Buya mengingatkan kalau THR termasuk hak karyawan. Sehingga pihak perusahaan bisa mematuhi aturan yang pemerintah (yang berlaku).

- YouTube Al Bahjah TV
Namun di tengah kemeriahan Idul Fitri ini, budaya di Indonesia ada namanya berbagi THR atau juga kasih THR ke orang tua.
Apakah itu wajib?
Atas pertanyaan tersebut, Buya Yahya tidak mengatakan itu sebagai kewajiban atau sesuatu yang dipaksakan orang tua terhadap anaknya.
Buya menyampaikan pesan bijak, bahwa THR itu harta anak adalah milik anak itu sendiri.
"Miliknya anak ya miliknya anak, haknya anak," tegas Buya Yahya, dikutip dari Youtube Al Bahja Tv.
Maka dari itu, seyogyanya orang tua dilarang menggunakan harta anak tanpa seizin anaknya. Hal tersebut dapat diperbincangkan dengan sang anak.
"Tidak boleh miliknya anak yang sudah didapat seorang anak dipakai orang tua seenaknya," pesannya.
"Jadi jangan mentang-mentang itu anak kita langsung, oh enggak, jadi kita gunakan untuk kepentingan dia, dia punya hak kok," kata Buya Yahya.
Lantas, lebih utama bayar utang dulu atau kasih orang tua?
Dengan kasus tersebut, Buya memberikan pesan bijak. Jika seseorang memiliki utang, sebaiknya segera diselesaikan terlebih dahulu.
Hal tersebut sudah menjadi kewajiban, sebagaimana dalam Islam hukum bayar utang dalam Islam wajib. Sehingga sangat menekankan pentingnya bayar utang dulu atau sedekah dengan memberikan keutamaan pada pembayaran utang.
Dalam hadist, Rasulullah bersabda:
“Ruh seorang mukmin tergantung dengan utangnya hingga utangnya dilunasi.” (HR. Tirmidzi, No. 1078)
"Jika anda utang sudah jatuh tempo, maka lebih utama membayar hutang terlebih dahulu," ujarnya.
Menurutnya, terkadang ada orang yang hidup di kota lantas tidak berani pulang kampung karena hanya masalah bagi-bagi uang.
"Ini ada orang hidup di kota pulang nggak berani, kenapa. kalau pulang saya harus bagi-bagi duit, pamer kalau dia adalah sukses padahal mobilnya mobil rental," kata Buya Yahya.
"Gaya tok, ini nasib buruk hidupnya pengen dilihat orang saja, bukan tau hakikatnya, ada model begitu sehingga ngutang," peringatannya.(klw)
Load more