Terlambat Bangun dan Tidak Sahur, Sahkah Puasanya? Begini Penjelasan Buya Yahya
- Pexels/Thirdman
tvOnenews.com - Sahur menjadi salah satu momen penting yang identik dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Bahkan, banyak orang merasa khawatir puasanya tidak sah jika melewatkan makan sahur karena terlambat bangun.
Tidak sedikit pula yang panik ketika terbangun saat waktu sudah mepet Subuh, lalu memilih tidak makan sama sekali karena takut puasanya batal.
Lantas, bagaimana sebenarnya hukum puasa bagi seseorang yang tidak sempat sahur karena bangun kesiangan? Apakah puasanya tetap sah atau justru harus diganti di kemudian hari?
Menanggapi hal ini, Buya Yahya memberikan penjelasan yang cukup menenangkan bagi umat Islam yang pernah mengalami kejadian serupa.

- Pexels/Thirdman
Tidak Sahur, Puasa Tetap Sah
Menurut Buya Yahya, tidak makan sahur bukanlah sesuatu yang membatalkan puasa.
Selama seseorang telah berniat untuk berpuasa sejak malam hari, maka puasanya tetap dianggap sah di sisi syariat.
"Puasanya tetap sah, asalkan niat di malam hari," ujar Buya Yahya.
Hal ini karena dalam ibadah puasa, niat merupakan rukun utama yang harus dipenuhi.
Selama niat telah ditanamkan sejak malam sebelum Subuh, maka kewajiban puasa tetap berlaku meskipun seseorang tidak sempat makan sahur.
Sahur Hanya Sunnah, Bukan Wajib
Masih banyak yang beranggapan bahwa sahur merupakan syarat sah puasa. Padahal, sahur memiliki kedudukan sebagai sunnah yang sangat dianjurkan, bukan kewajiban yang menentukan sah atau tidaknya puasa seseorang.
"Sahur adalah sunnah, bukan wajib," katanya.
Artinya, jika seseorang meninggalkan sahur karena alasan tertentu seperti terlambat bangun atau tidak sempat makan, maka puasanya tetap sah dan tidak perlu diganti di hari lain.
Namun demikian, sahur tetap dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, baik dari sisi kesehatan maupun keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa sepanjang hari.
Waktu Sahur Terbaik Mendekati Fajar
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa waktu sahur yang paling utama adalah mendekati waktu fajar, selama seseorang masih yakin bahwa waktu tersebut belum masuk Subuh.
"Semakin dekat dengan waktu fajar semakin bagus, asalkan yakin bahwa waktu itu sebelum datangnya fajar," lanjutnya.
Load more