Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Saat Konflik Memanas, Persatuan Umat Harus Diutamakan
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan bagaimana menyikapi perbedaan. Dalam sebuah riwayat sahih disebutkan bahwa ketika para sahabat berbeda pendapat dalam memahami perintah beliau tentang waktu shalat Asar di Bani Quraidzah, setelah peristiwa itu dilaporkan, Abdullah bin Umar berkata:
فَلَمْ يُعَنِّفْ وَاحِدًا مِنْهُمْ
Artinya: “Nabi tidak mencela satu pun di antara mereka.” (HR. al-Bukhari)
Perbedaan ijtihad tidak membuat Nabi memecah belah sahabatnya. Beliau lebih mengutamakan persatuan dan menjaga hati para sahabat.
Maka sudah sepatutnya kita meneladani akhlak tersebut. Jangan mudah menyalahkan sesama Muslim hanya karena perbedaan pandangan politik atau mazhab. Jangan pula menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Umat Islam akan kuat jika bersatu. Umat Islam akan lemah jika saling menjatuhkan. Karena itu, marilah kita perkuat ukhuwah, kita jaga lisan dari ujaran kebencian, dan kita bangun solidaritas atas dasar iman dan kemanusiaan.
Semoga Allah menyatukan hati kita, memperbaiki keadaan umat, dan menjauhkan kita dari fitnah perpecahan.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

- Pexels/Mohammed Alim
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Load more