Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Saat Konflik Memanas, Persatuan Umat Harus Diutamakan
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Umat Islam hari ini hidup di tengah berbagai ujian. Salah satunya adalah konflik dan peperangan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Ketegangan antarnegara, pertikaian politik, serta kepentingan global sering kali menyeret sentimen keagamaan dan mazhab, sehingga umat Islam ikut terpecah dalam menyikapinya.
Padahal, jika kita menengok sejarah, perpecahan di tubuh umat bukanlah hal baru. Sejak masa sahabat, perbedaan pandangan pernah terjadi.
Namun perbedaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci dan memutus ukhuwah Islamiyah.
Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam firman-Nya:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًا
Artinya: “Kalian semua hendaklah berpegang teguh pada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai-berai, dan ingatlah anugerah Allah kepada kalian ketika kalian dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hati kalian sehingga dengan karunia-Nya kalian menjadi bersaudara.” (QS. Ali Imran: 103)
Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah agar umat Islam tidak terpecah belah. Perpecahan hanya akan melemahkan kekuatan umat, sedangkan persatuan akan melahirkan kekuatan dan keberkahan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dalam menyikapi konflik global, jangan sampai kita terjebak pada fanatisme golongan. Jangan sampai sentimen mazhab membuat kita lupa pada nilai keadilan dan kemanusiaan. Kezaliman tetaplah kezaliman, siapa pun pelakunya. Dan membela pihak yang dizalimi adalah bagian dari ajaran Islam.
Namun demikian, sikap kita harus tetap dilandasi kebijaksanaan, bukan emosi. Kita tidak diperintahkan untuk menambah kebencian, tetapi untuk menegakkan keadilan dan menjaga persaudaraan sesama Muslim.
Load more