Masuk Pertengahan Ramadhan, Apakah Wajib Baca Doa Qunut saat Witir?
- Unsplash/Assad Tanoli
Jakarta, tvOnenews.com- Masyaallah, hari ini sudah masuk ramadhan ke-15 yang umumnya dipahami sebagai pertengahan puasa.
Mengingat hari ini sudah masuk ramadhan ke-15, mengingatkan kita pada kebiasaan membaca doa qunut saat witir setelah shalat tarawih. Bagaimana hukumnya?.
Sehubungan dengan keutamaan baca doa qunut saat witir. Hal ini pernah dijelaskan oleh Buya Yahya sebagai pendakwah Indonesia.

- Unsplash/Assad Tanoli
Dalam ceramahnya, disebut Buya Yahya baca doa qunut tujuannya baik, dan bukanlah sesuatu yang baru.
Kebiasaan yang sudah berlangsung cukup lama sejak masa sahabat sampai sekarang. Ternyata berhubungan dengan perbandingan mazhab ulama, antara Imam Hambali dan Imam Syafi'i.
"Sementara mazhab kita Mazhab Imam Syafi'i di pertengahan Ramadhan itu sunnah, karena hal yang dilakukan adalah sunnah ya seperti itu," jelasnya, dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (5/3).
Keutamaan baca doa qunut saat Witir, dikatakan Buya Yahya karena mengikuti madzhab yang kita percayai.
Sebagaimana kita menganut madzhab Imam Syafi'i lebih menempatkan di separuh atau pertengahan Ramadhan.
Sementara hukum baca doa qunut saat witir adalah sunnah. Oleh karena itu, sebenarnya tidak memunculkan sebab-akibat apa saja.

- Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV
Pasalnya, keistimewaan yang diraih jika membaca doa qunut dirakaat akhir shalat Witir yaitu menuntun seseorang menyambut malam Lailatul Qadar.
Perlu diketahui, dari laman kementerian agama (Kemenag), dikatakan dari
Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR. Bukhari & Muslim).
Dengan begitu, ada baiknya kita mengikuti atau mempraktikkannya berdasarkan madzhab yang kita pahami.
Berikut doa qunut witir saat Ramadhan
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait. Wa bâriklanâ fî mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait.
Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
(klw)
wallahualam
Load more