Rajin Ibadah tapi Doa Belum Dikabulkan Allah SWT? Ternyata ini Penyebabnya
- Pixabay/Mohammad Hassan
Jakarta, tvOnenews.com- Masih penasaran, mengapa sudah rajin ibadah tetapi doa kok belum dikabulkan Allah SWT? simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat dibawah ini.
Doa sulit dikabulkan, termasuk seperti meminta rezeki berlimpah atau dimudahkan pendidikan atau kariernya itu ada penyebabnya.

- YouTube/Adi Hidayat Official
Sebagaimana itu, pernah disinggung dalam ceramah Ustaz Adi Hidayat, yang akrab disapa UAH. Bisa jadi karena kita masih memiliki kebiasaan buruk ini.
Sehubungan dengan ini, Ustaz menyampaikan, ada dua sifat manusia yang berbahaya. Sebab mampu mempengaruhi segala amalan atau ibadah seseorang sampai doa pun sulit dikabulkan.
Dengan itu, kedua sifat tersebut menjadi penyebab doa sulit dikabulkan Allah SWT, yaitu Fahsya dan Munkar.
"Mohon izin kalau kata Quran orang yang tidak baik itu cirinya ada dua sumbernya. Pertama fahsya atau yang kedua munkar," ujar Ustaz Adi Hidayat, dikutip dari YouTube Audio Dakwah, Kamis (5/3).
Sebagaimana diketahui, kedua sifat yang disampaikan UAH disebut dalam Al Quran. Maka perlu ditinggalkan.
Arti dari kata fahsya dalam Islam memiliki makna perilaku buruk karena hawa nafsu. Sehingga keduanya menjadi penyebab doa sulit dikabulkan Allah SWT.
"Fahsya itu keburukan yang diingkari oleh hati sumbernya dari syahwat ya, seperti kata-kata jorok kotor, pornografi, LGBT itu fahsya," jelasnya.
Kemudian, sifat kedua disampaikan Ustaz Adi Hidayat yaitu munkar. Melahirkan kebiasaan buruk seperti suka minum alkohol dan judol lainnya.
Saat seseorang menyukai hal-hal bertentangan dengan aturan agama Islam, seperti hamer, judi online, korupsi dan sebagainya buntut ibadahnya kurang sempurna.

- Pixabay/Mohammad Hassan
Menurutnya kalau ada orang rajin ibadah tapi dia melakukan 2 sifat tersebut, dipastikan karena ada yang salah dengan shalat atau ibadahnya.
Sebagaimana, disampaikan Allah SWT dalam firman-Nya, sebagai berikut:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn(a)
Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
"Munkar keburukan diingkari oleh hati sumber dari perut dan akal, kaya mencuri, munkar juga korupsi, temannya berselisih itu munkar, merampok itu munkar," ungkap UAH.
"Jadi demi Allah saya katakan orang Yang Salatnya bagus orang yang shalatnya baik akan terhindar dari sumber-sumber keburukan. Jadi mustahil ada orang yang shalat bisa mencela, mustahil karena dia yang nyambung (terhubung) dengan Allah," jelas Ustaz Adi.
Kendatinya, Islam menganjurkan banyak berdiam diri dan apabila berbicara, selalu menyampaikan hal yang baik dan terpuji.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia berbicara dengan yang terbaik atau berdiam diri," (HR. Muslim, 173). (klw)
Waallahualam
Load more