3 Amalan Tingkatkan Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Ulama Indonesia
- dok.ilustrasi AI
Jakarta,tvonenews.com- Setiap di bulan suci ramadhan umat muslim menantikan malam Lailatul Qadar. Malam yang penuh keberkahan dan lebih baik dari seribu bulan.
Malam Lailatul Qadar ini, sangatlah penting karena dianggap mustajab untuk melangitkan doa-doa yang dipanjatkan oleh kita.
Ternyata ada 3 amalan utama yang dianjurkan ulama indonesia bisa diamalkan. Hal ini sebagaimana dianjurkan oleh majelis ulama indonesia.

- dok.ilustrasi AI
Dalam keterangannya, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Abdul Muiz Ali menyebut malam Lailatul Qadar dapat dipahami dari perspektif Al-Qur'an dan hadis.
"Yang pertama, tingkatan tertinggi adalah menghidupkan Lailatul Qadar dengan melakukan shalat malam. Kemudian, tingkatan kedua adalah menghidupkan Lailatul Qadar dengan zikir," ungkap Kiai AMA kepada MUIDigital, Sabtu (15/3/2025).
Sementara untuk amalan yang dianggap atau tingkatan yang paling rendah adalah dengan melaksanakan shAlat Isya dan subuh berjamaah.
Sehingga amalan pertama, kedua dan paling rendah tersebut, tidaklah disepelekan katanya.
Pasalnya, Kiai AMA menegaskan meskipun berada pada tingkatan yang lebih rendah, shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar tetap memiliki keutamaan yang sangat besar.
"Orang yang melaksanakan sholat isya dan subuh berjamaah berarti dia telah menghidupkan lailatul qadar, meskipun pada tingkat yang paling rendah. Ini sudah dianggap sebagai penghidupan malam lailatul qadar," tegas Kiai AMA, dikutip Selasa (10/3).
Dengan begitu, keutamaan shalat isya dan subuh berjamaah pada malam lailatul qadar. Hal ini dikuatkan dengan beberapa hadis dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para ulama.
Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm yang menyatakan:
أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ
"Menghidupkan Lailatul Qadar bisa dengan melaksanakan sholat Isya berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah."
Kemudian ada hadist kedua, riwayat dari Imam Malik yang disampaikan oleh Ibnul Musayyib:
مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
"Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam lailatul qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam tersebut.".(klw)
Load more