Memangnya Harus Lewat Jalan Berbeda saat Pulang Shalat Idul Fitri? Kata Ustaz Adi Hidayat Berkaitan Sunnah
- Unsplash/Bisma Mahendra
Jakarta, tvOnenews.com - Setiap Hari Raya Idul Fitri, umat Islam sangat menantikan pelaksanaan shalat Idul Fitri (shalat Ied). Ibadah ini sebagai penutup rangkaian ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.
Dari pelaksanaan shalat Idul Fitri, umat Islam bisa mewujudkan rasa syukur hingga menyemarakkan ajang silaturahmi di tengah momentum Lebaran.
Di sisi lain, ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan, baik saat berangkat-pulang setelah shalat Idul Fitri. Tentu banyak orang mukmin yang sering bertanya tentang kewajiban lewat jalan yang berbeda saat pulang shalat Ied.
Dalam suatu ceramah, Ustaz Adi Hidayat mendengar beberapa spekulasi dari amalan ini. Jika melewati jalan berbeda saat pulang shalat Idul Fitri dianggap kewajiban, sementara yang lain mengira hanya sebuah tradisi.
"Berangkat ke tempat shalat dengan berjalan kaki sambil bertakbir, lalu dianjurkan untuk mengambil jalan lain saat kembali pulang tidak seperti semula," ujar Ustaz Adi Hidayat dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Audio Dakwah, Sabtu (21/3/2026).
Soal Anjuran Lewat Jalan Berbeda setelah Shalat Idul Fitri
- Tim TvOne/Swandi
Ustaz Adi hidayat menjelaskan, amalan ini sering muncul karena ada anjurannya. Keharusan lewat jalan berbeda saat pulang shalat Ied dilandaskan dalam beberapa hadis riwayat.
Ia menyebut setidaknya ada tiga hadis riwayat yang menjelaskan amalan lewat jalan berbeda setelah shalat Ied, di antaranya Imam At-Tirmidzi Nomor 533, Ibnu Umar, dan Abu Hurairah RA.
Ia menuturkan, hadis riwayat dari Imam At-Tirmidzi berasal dari Ali bin Abi Thalib. Begini redaksinya:
"Ali bin Abi Thalib berkata, 'Merupakan sunnah bahwa engkau keluar untuk shalat Ied dengan berjalan kaki dan kembali melalui jalan yang berbeda'." (HR. At-Tirmidzi)
Namun kata UAH, secara garis besar dari tiga hadis ini menjelaskan tentang anjuran saat berangkat hingga pulang dari masjid setelah menyelesaikan rangkaian shalat Ied.
"Jadi, ada tiga hadis di sini, hadis berangkat sambil jalan, kedua sambil takbir dan ketiga pulang mengambil jalan yang baru tidak sama dengan jalan datang," jelasnya.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu menegaskan, dari ketiga hadis ini, sebaiknya umat Islam memahami ilmunya. Ia mengimbau agar tidak salah menafsirkan terjemahan dalam hadisnya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, hadis riwayat yang menganjurkan lewat jalan berbeda memiliki makna mendalam. Ia memahami jalur saat berangkat dinilai lebih cepat.
Di balik itu, ada keistimewaan besar dari amalan ini, yakni mengarahkan untuk saling menyapa dan silaturahmi. Ustaz Adi Hidayat mengatakan, dengan lewat jalur yang berbeda, minimal bisa bersilaturahmi dengan tetangga maupun orang-orang di sekitar.
"Begitu selesai, baliklah lewat jalan berbeda saat pulang. Kenapa? Ini bentuk menyapa kepada tetangga-tetangga yang kita tidak lewati sebelumnya," terangnya.
Ia menegaskan, bentuk sapa maupun silaturahmi dari amalan ini tidak sekadar kepada sesama Muslim, tetapi juga mengarahkan agar bisa bersua dengan tetangga yang non-Muslim.
"Bukan yang Muslim saja, kita sapa bahagia juga kepada mereka yang non-Muslim. Kalau masak makanan, kita bagi-bagi," ucapnya.
Bagaimana jika Punya Satu Akses Jalan untuk Berangkat-Pulang Shalat Ied?
UAH menjelaskan, ketentuan dalam anjuran tersebut berlaku apabila ada beberapa jalan untuk akses menuju dan pulang dari masjid. Untuk yang tidak memiliki jalan pintas, tetap menggunakan jalur sebelumnya yang dipakai saat berangkat shalat Ied.
"Jangan dipaksakan jika hanya ada satu akses yang bisa dilewati. Contohnya adad akses lain tapi malah dipagar misalkan, kita tetap jangan memaksakan ya," tegas dia.
Lewat Jalan Berbeda saat Pulang Shalat Ied Bagian Sunnah Nabi Muhammad SAW
Ia menyampaikan bahwa, anjuran melintasi jalan berbeda bagian dari salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW. Meski demikian, sifatnya hanya bersifat sunnah yang artinya tidak wajib.
"Sunnah dilakukan dapat pahala, tak sempat melakukan karena ada tuntutan syariat lain yang lain tidak berdosa. Jadi kalau tidak bisa jalan berputar tidak apa-apa," bebernya.
Melintasi jalan yang berbeda merupakan amalan sunnah dari Rasulullah SAW. Penjelasan ini tertera dalam hadis riwayat Jabir RA yang menyebut Rasulullah SAW menempuh jalan lain saat berangkat dan pulang dari shalat Ied.
Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menempuh jalan yang berbeda saat pulang dari jalur ketika pergi menuju masjid untuk shalat Ied.
Dalam karya kitab Riyadhus Shalihin, Imam an-Nawawi juga menyampaikan hal serupa bahwa, Rasulullah SAW melintasi jalan yang berlainan saat menyemarakkan pelaksanaan shalat Ied.
Imam an-Nawawi menjelaskan hikmah melewati jalan yang berbeda. Bagi dia, itu sebagai upaya memperbanyak ibadah, seperti berdzikir, bersedekah kepada orang fakir, hingga bersilaturahmi terhadap sesama manusia.
(hap)
Load more