GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memang Benar Jenazah Tersiksa Akibat Tangisan Keluarga yang setelah Ditinggalkan? Buya Yahya Bilang Begini

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya membantah mitos larangan anggota keluarga meneteskan air mata upaya jenazah atau mayit tidak disiksa di alam kubur.
Selasa, 31 Maret 2026 - 22:41 WIB
Ilustrasi istri di makam suami
Sumber :
  • iStockPhoto/mgstudyo

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah masyarakat Indonesia, sering kali meyakini mitos terkait tangisan keluarga yang tidak ikhlas membuat jenazah tersiksa di alam kubur.

Keyakinan ini kerap kali mencuat terutama ketika berlangsungnya prosesi pemakaman. Tak ayal, banyak keluarga menumpahkan air matanya seusai ada anggota keluarga baru meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai hal ini, banyak masyarakat mempercayai larangan anggota keluarga menangis. Bagi yang mengikutinya, bisa membuat almarhum atau almarhumah tenang di alam kubur.

Dalam suatu ceramah KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya, pertanyaan mengenai jenazah tersiksa di alam kubur karena tangisan keluarga yang tidak ikhlas muncul dari seorang jemaah.

"Apakah anggota keluarga yang tidak ikhlas saat seseorang sakaratul maut menghambat prosesnya (meninggal dunia). Lalu, air mata salah satu keluarga yang meneteskan air mata pada mayit memberatkan jalan mayit ke alam barzakh?," tanya seorang jemaah kepada Buya Yahya dilansir tvOnenews.com dari Al-Bahjah TV, Selasa (31/3/2026).

Penjelasan Buya Yahya soal Jenazah Tersiksa Akibat Tangisan Keluarga

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV

Buya Yahya memahami kepercayaan tersebut sering muncul di berbagai daerah. Anggota keluarga mencoba ikhlas hingga menahan tangis lantaran khawatir berdampak buruk pada jenazah.

Buya Yahya justru bertanya-tanya terkait mitos kepercayaan larangan anggota menangis. Ia ingin mengetahui asal-usulnya berdasarkan syariat agama Islam.

"Jangan menangis, nanti kalau air matamu menetes ke mayat, nanti mayatnya tersiksa, itu bukan? Dari mana ilmu itu?," tanya Buya Yahya.

Ulama kharismatik itu menegaskan bahwa, keluarga yang menangis justru hal manusiawi. Ia pun mendifinisikan arti dari tidak rela yang dilakukan oleh anggota keluarga seusai ditinggal seseorang.

Buya Yahya menjelaskan, definisi tidak rela karena sedih ditinggal anggota keluarga yang meninggal dunia adalah hal lumrah. Namun demikian, apabila tidak ikhlas karena keputusan Allah SWT, maka itu bisa memberikan dosa.

"Yang haram adalah tidak rela dengan keputusan Allah SWT. Contoh marahnya 'Ya Allah kenapa Engkau bunuh dia? Kenapa mematikan dia Ya Allah', itu dosa dia," tutur Buya Yahya.

Ia mencontohkan menangis karena tidak ikhlas setelah seseorang meninggal dunia. Dalam sejarah agama Islam, Nabi Muhammad SAW pernah sedih hingga tak kuasa menahan tangisnya.

Ia menambahkan, kesedihan Nabi Muhammad SAW saat kehilangan hingga ditinggal orang tercintanya. Dalam hal ini, fenomena menangis sudah terjadi di zaman Rasulullah SAW.

"Baginda Nabi SAW saat Sayyidina Ibrahim bin Muhammad, putranya meninggal dunia, beliau menangis," terangnya.

Sebagai ulama, Buya Yahya justru mempersilakan tangisan keluarga menetes. Menurutnya, itu bukanlah suatu yang haram dan bersifat sah kecuali tidak ikhlas karena bertentangan dengan keputusan-Nya.

"Ada orang nangis biarkan menangis. Boleh menangis bagi seorang wanita kalau ada orang yang meninggal dari keluarganya," katanya.

Kata Buya Yahya, hanya saja menangis untuk berduka memiliki batasannya. Ia mengimbau agar orang mukmin tidak boleh menyakiti diri sendiri perkara ditinggal orang tercinta atau keluarga terdekatnya.

"Tapi ingat, jangan merobek baju, jangan memukul wajah, itu tidak boleh. Menangislah, jangan dilarang menangis, Anda siapa? Nabi saja membiarkan umatnya menangis, bahkan selesaikan," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa, tidak ada kepercayaan air mata menetes dapat menyebabkan jenazah tersiksa di alam kubur. Hanya saja Allah SWT akan menghukum mayit itu jika ada air mata yang jatuh akibat tidak menerima keputusan atau takdir ditetapkan oleh-Nya.

Bagi dia, pemahaman seperti ini sudah sangat keliru. Biasanya terjadi di berbagai kampung memunculkan pemahaman tanpa memiliki dasar.

Buya Yahya mengimbau agar ada satu hal yang benar-benar diperhatikan. Wasiat mengarahkan keluarganya menangis secara berlebihan ketika wafat justru merupakan perbuatan yang haram.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang nggak boleh adalah sebelum mati tetapi wasiat. Kebanyakan ngomong begini 'Nak, kalau aku mati nanti, menangis yang benar karena ini wasiat', jusutru itu nggak boleh," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Jay Idzes masih masuk daftar evaluasi Sassuolo jelang laga kontra Lecce. Timnas Indonesia ikut menanti kondisinya sebelum tampil di FIFA Matchday Juni 2026.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT