GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Waktu Shalat, Mulai Kerjakan 2 Amalan Dahsyat agar Orang Tua Selamat dari Siksa Kubur Saran Buya Yahya

Buya Yahya menyarankan dua amalan pamungkas dikerjakan anak di waktu shalat agar orang tua selamat dari siksa kubur. Pertama, sedekah. Kedua, shalat Tahajud.
Selasa, 31 Maret 2026 - 23:26 WIB
Ilustrasi berdoa sambil menangis
Sumber :
  • Pexels/Alena Darmel

Jakarta, tvOnenews.com - Hubungan anak dan orang tua tidak terputus walaupun dipisahkan kematian. Dalam agama Islam, anak tetap bisa berbakti kepada orang tua yang sudah wafat.

Salah satu cara simpel berbakti melalui getaran amalan. Banyak anak belum menyadari ada peluang besar menghadiahkan amal kepada orang tua di waktu shalat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tujuan memberikan amalan kepada orang tua tentu sangat beragam. Namun anak saleh yang memberikan amal minimal dapat membuka peluang agar orang tua selamat dari siksa kubur.

Dalam suatu ceramah, ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan, kehadiran anak memberikan amalan sebagai salah satu diharapkan orang tua setelah wafat.

"Seorang anak karena dibesarkan oleh orang tua, bahkan mereka mendapat didikan orang tua. Sebab, anak itu sesungguhnya adalah tanaman bagi orang tua," ujar Buya Yahya dikutip dari Al-Bahjah TV, Selasa (31/3/2026).

Alasan Anak Jadi Tanaman Orang Tua

Ilustrasi orang tua dan anak
Ilustrasi orang tua dan anak
Sumber :
  • Freepik

Buya Yahya menjelaskan, kehadiran anak tidak sekadar untuk menjalani kewajiban di dunia. Namun buah hati yang saleh sangat berdampak agar segala hajat dikabulkan oleh Allah SWT.

Pengasuh LPD Al-Bahjah itu memberikan contoh sederhananya. Anak saleh atau salehah yang mengucap satu doa dan amalan, maka mereka membawa orang tuanya memperoleh tempat nyaman di alam kubur.

"Semua kebaikan dari anak tentu saja sangat dahsyat untuk menyambungkannya kepada orang tuua," ucapnya.

Amalan dari anak tidak hanya menjadikan hajat dikabulkan Allah SWT, tetapi dapat memberikan pahala untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

"Kau baca dari kebaikanmu, nanti akan menyambung otomatis lantaran kamu itu buah dari pendidikan ibunda maupun ayahandamu. Jadi, nggak perlu khawatir lagi," terangnya.

Buya Yahya menyayangkan tidak semua anak sadar dengan hal itu. Nahasnya, doa dan amalan rata-rata hanya ditujukan untuk anaknya sendiri tanpa melibatkan nama orang tua di dalamnya.

"Paling penting sebenarnya itu ingatmu lho, yang mahal itu tanda bakti. Soal permasalahan kita sering lupa, maka dari itu jangan melupakan orang tua di amal baikmu," jelasnya.

Amalan Anak agar Orang Tua Selamat dari Siksa Kubur

Ilustrasi Shalat Tahajud
Ilustrasi Shalat Tahajud
Sumber :
  • Pixabay

Ia mencontohkan anak yang tidak melupakan orang tuanya. Saat khatam Al-Quran, mendapat rezeki, sedekah, hingga beramal lainnya dapat menyertakan nama orang tua.

Bagi Buya Yahya, setidaknya ada dua amalan dahsyat dari anak untuk orang tuanya. Pertama, rutin melakukan sedekah dengan membawa atau mewakili orang tua yang sudah meninggal dunia.

"Coba begini doanya saat sedekah, 'Ya Allah, aku menginfakkan Rp100 ribu ke masjid ini. Ya Allah, supaya pahala baik juga ditunjukan untuk orang tuaku'. Dari sini, dia (anak) dapat, orang tua juga dapat, bahkan ditambah menyambut hati berbakti kepada orang tua," bebernya.

Amalan kedua, kata Buya Yahya, tentu mengerjakan shalat Tahajud. Melalui ibadah sunnah malam ini, sangat dahsyat menyelamatkan orang tua dari siksa kubur.

Pengaruh yang satu ini lantaran Tahajud sebagai bagian dari ibadah Qiyamul Lain. Sepertiga malam menjadi waktu terbaik hajat dikabulkan lantaran Allah SWT turun ke langit dunia.

Anak yang berdoa untuk orang tuanya di waktu shalat Tahajud bisa membawa keberkahan dan ampunan untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

"Amal baik kita termasuk pernahh mengerjakan Tahajud di tengah malam sambil berdoa, 'Ya Allah, aku bisa Tahajud karena didikan orang tuaku, ibundaku yang mendidik aku dari kecil. Ya Allah, aku memohon pahala dari Tahajud aku sampaikan juga kepada orang tua aku, dan berkat Tahajud aku, ampuni orang tuaku'," ucapnya.

Merujuk dari salah satu hadis riwayat, anak berbakti melibatkan orang tua yang sudah meninggal dunia dalam setiap amalan dan doanya, Rasulullah SAW bersabda:

نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya: "Iya mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya." (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

(hap)    

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Tegaskan Bung Karno Milik Seluruh Bangsa: Maaf, Bukan Satu Partai!

Prabowo Tegaskan Bung Karno Milik Seluruh Bangsa: Maaf, Bukan Satu Partai!

Presiden Prabowo mengaku banyak mempelajari pemikiran dan ajaran Bung Karno. Sehingga, Prabowo pun menegaskan bahwa Presiden RI ke-1 itu bukanlah milik satu partai saja.
Media Malaysia Heboh Sendiri, Kaitkan Mees Hilgers ke Selangor FC

Media Malaysia Heboh Sendiri, Kaitkan Mees Hilgers ke Selangor FC

Media Malaysia kaitkan Mees Hilgers dengan Selangor FC. Bek Timnas Indonesia itu langsung jadi sorotan di tengah nasibnya dengan FC Twente yang belum jelas.
KDM Beberkan 3 Faktor Penyebab Utama Membuat Nasib Buruh Perkebunan BUMN Jadi Prihatin

KDM Beberkan 3 Faktor Penyebab Utama Membuat Nasib Buruh Perkebunan BUMN Jadi Prihatin

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengaku sangat prihatin terhadap nasib buruh perkebunan milik BUMN. Bahkan KDM sebut upah buruh tersebut
Sempat Bikin Orangtua Khawatir, Tabiat Asli Ocha Siswi Viral yang Protes Juri LCC MPR RI Diungkap Orang Terdekat

Sempat Bikin Orangtua Khawatir, Tabiat Asli Ocha Siswi Viral yang Protes Juri LCC MPR RI Diungkap Orang Terdekat

Sosok Ocha mendadak viral setelah keberaniannya memprotes keputusan juri dalam final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI. Sang ayah ungkap kebiasaannya.
HUT ke-84, Jusuf Kalla Singgung Perdamaian: Tidak Boleh Diumbar

HUT ke-84, Jusuf Kalla Singgung Perdamaian: Tidak Boleh Diumbar

Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla atau JK menyampaikan bahwa dirinya masih terlibat dalam upaya perdamaian konflik di dua negara. Hal itu
Daftar 6 Pemain Diaspora yang Diprediksi Masuk Radar John Herdman untuk Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Siapa Saja?

Daftar 6 Pemain Diaspora yang Diprediksi Masuk Radar John Herdman untuk Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Siapa Saja?

John Herdman memberi kode memantau enam pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia, dan AS untuk proyek regenerasi Timnas Indonesia, siapa saja sosoknya?

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT