Kemenag RI Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada Senin 18 Mei 2026, Ini Daftar Amalan di Bulan Haji
- Ilustrasi AI/ChatGPT
tvOnenews.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Idul Adha 1447 H akan diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Keputusan itu diambil setelah Kemenag menerima laporan hasil rukyatulhilal dari 88 titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Penetapan awal Dzulhijjah menjadi momen penting bagi umat Islam karena menandai dimulainya salah satu bulan paling mulia dalam kalender Hijriah.
Bulan Dzulhijjah juga dikenal sebagai Bulan Haji. Pada bulan inilah jutaan umat Islam dari berbagai negara melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
- Pexels/Taha Furkan Akgül
Namun, bagi umat Muslim yang tidak menunaikan haji, tetap banyak amalan yang bisa dikerjakan untuk meraih pahala dan keberkahan.
Berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan di bulan Dzulhijjah.
Menunaikan Ibadah Haji
Ibadah paling utama di bulan Dzulhijjah tentu adalah menunaikan haji bagi yang memiliki kemampuan fisik, finansial, dan perbekalan yang cukup.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Dan haji yang mabrur tidak ada balasan lain baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Haji menjadi rukun Islam kelima yang wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi umat Islam yang mampu. Karena itu, bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bulan lainnya.
Memperbanyak Puasa Sunnah
Selain haji, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak puasa sunnah pada 10 hari pertama Dzulhijjah.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ أَنَّهُ قَالَ: مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ
Artinya: “Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).”
Para ulama menjelaskan bahwa hadits tersebut menjadi dalil dianjurkannya memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah di awal Dzulhijjah.
Beberapa puasa sunnah yang dianjurkan antara lain:
* Puasa 1–7 Dzulhijjah bagi yang mampu
* Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah
* Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang berhaji
Puasa Arafah dikenal memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang atas izin Allah SWT.
Berkurban dan Bersedekah
Amalan lain yang sangat dianjurkan di bulan Dzulhijjah adalah berkurban.
Ibadah ini menjadi bentuk ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT sekaligus meneladani Nabi Ibrahim AS.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 34:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ
Artinya: “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan kurban, agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak.”
Selain berkurban, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.
Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sepuluh hari pertama dalam Dzulhijjah merupakan hari yang sangat diagungkan dan disenangi oleh Allah, karenanya perbanyak ucapan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Imam Ahmad).
Dzikir menjadi amalan sederhana yang dapat dilakukan kapan saja untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memperbanyak Amal Shalih
Tidak hanya puasa dan dzikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal shalih selama bulan Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada amal pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Imam Ahmad).
Amal shalih tersebut bisa berupa membaca Al-Quran, membantu sesama, menjaga silaturahmi, memperbanyak doa, hingga meningkatkan ibadah harian.
Dengan datangnya bulan Dzulhijjah 1447 H, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momen penuh kemuliaan ini untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal ibadah. (gwn)
Load more