Kiswah Ka'bah Diganti pada Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Simbol Pembaruan dan Semangat Baru Umat Muslim
- Pexels/Taha Furkan Akgül
Menurutnya, pergantian kiswah tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga fungsi praktis untuk menjaga kondisi penutup Ka'bah tetap bersih dan terawat.
Menjaga Keindahan dan Kesucian Baitullah
Setiap tahun, jutaan jamaah haji dan umrah yang datang ke Masjidil Haram melakukan tawaf dan banyak di antaranya menyentuh kiswah Ka'bah.
Interaksi tersebut membuat kain penutup Ka'bah memerlukan pembaruan secara berkala agar tetap terjaga kualitas dan keindahannya.
"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu dan dalam satu tahun itu sudah berapa juta yang memegang, sehingga ini diperlukan pembaruan atau diganti," ujarnya.
Erti juga mengenang pengalaman saat pergantian kiswah masih dilakukan pada malam Arafah.
"Saya pernah mengalami tahun 2018 itu (pergantian kiswah) pada 9 Zulhijah atau malam Arafah. Raja Salman memutuskan untuk mengganti dari 9 Zulhijah menjadi 1 Muharram itu pada tahun 2022 atau 1444 Hijriah," kata Erti.
Dibuat dari Sutra Hitam dan Benang Emas
Kiswah Ka'bah merupakan kain penutup istimewa yang dibuat menggunakan sutra hitam berkualitas tinggi.
Pada permukaannya terdapat kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur'an yang disulam dengan sangat detail menggunakan benang emas dan perak murni.
Pembuatan kiswah dilakukan oleh para pengrajin ahli di kompleks khusus yang berada di Makkah.
Setiap lembar kain diproduksi dengan standar tinggi sebagai bentuk penghormatan terhadap Baitullah.
Menjelang masuknya 1 Muharram 1448 H, tim khusus dari otoritas Masjidil Haram akan kembali menjalankan prosesi pergantian kiswah secara khidmat.
Kain lama akan diturunkan secara bertahap, lalu digantikan dengan kiswah baru yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Lebih dari sekadar pergantian kain penutup Ka'bah, tradisi ini menjadi simbol pembaruan diri, semangat baru, serta komitmen umat Islam untuk terus menjaga nilai-nilai keimanan dari generasi ke generasi. (gwn)
Load more