News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meninggal karena Dijadikan Tumbal, Apakah Benar? Buya Yahya: Hati-Hati

Meninggal karena dijadikan tumbal, apakah benar? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.
Rabu, 24 Juni 2026 - 20:47 WIB
Ilustrasi sihir
Sumber :
  • Pexels/ cottonbro studio

tvOnenews.com - Kepercayaan tentang tumbal masih kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat. 

Tidak sedikit orang yang mengaitkan kematian seseorang dengan praktik tumbal demi kekayaan, keselamatan proyek, atau tujuan tertentu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, muncul anggapan bahwa korban tumbal akan mengalami nasib tertentu setelah meninggal dunia.

Lalu bagaimana pandangan Islam mengenai hal tersebut?

Dalam salah satu kajian yang diunggah dalam YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa keyakinan mengenai tumbal tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. 

Menurutnya, seorang Muslim harus berhati-hati agar tidak terbawa oleh kepercayaan yang dapat merusak akidah.

Buya Yahya menerangkan bahwa istilah tumbal sudah dikenal sejak zaman dahulu dan sering dikaitkan dengan keyakinan tertentu yang mengharuskan adanya korban demi memperoleh sesuatu yang dianggap besar atau sakral.

"Istilah tumbal itu kurang lebihnya semacam itu. Jelas itu bukan dalam syariat Islam, tidak ada. Itu keyakinan yang salah," ujar Buya Yahya.

Ilustrasi sihir
Ilustrasi sihir
Sumber :
  • iStockPhoto

Menurutnya, seseorang memang bisa saja memiliki niat menjadikan orang lain sebagai tumbal karena keyakinan yang sesat. 

Namun, niat tersebut tidak lantas membenarkan adanya konsep tumbal dalam Islam.

"Kalau ada orang niat menjadikan tumbal, berarti dia punya niat jelek, dia punya keyakinan yang salah, dia punya keyakinan yang tidak benar," katanya.

Buya Yahya juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah menghubungkan setiap kematian dengan isu tumbal. 

Ketika seseorang meninggal dunia, seorang mukmin seharusnya menyikapinya sesuai tuntunan agama dan tidak terjebak pada berbagai spekulasi yang belum tentu benar.

"Anda orang beriman, kok jika ada orang meninggal dunia ya sudah meninggal dunia. Tidak usah Anda hubungkan dengan masalah tumbal dan sebagainya," jelasnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan bahwa jika benar ada seseorang yang menjadi korban kedzaliman akibat praktik yang disebut tumbal, maka korban tersebut justru mendapatkan kemuliaan di sisi Allah selama ia tidak meyakini keyakinan syirik tersebut.

"Kalau seandainya ada orang meninggal karena dijadikan tumbal, dia mati syahid, dia mulia karena dizalimi," ungkap Buya Yahya.

Dalam kesempatan yang sama, Buya Yahya juga menyinggung berbagai kepercayaan tentang ruh gentayangan yang sering dikaitkan dengan kematian tidak wajar. 

Menurutnya, keyakinan semacam itu tidak memiliki dasar yang kuat dalam akidah Islam.

Ia menjelaskan bahwa orang yang telah meninggal akan menjalani kehidupan di alam barzakh sesuai amal perbuatannya selama hidup di dunia.

"Orang yang telah meninggal dunia, kalau dia adalah orang baik dia akan mendapatkan kebaikan di alam barzah. Kalau dia orang jahat akan mendapatkan siksa. Tidak perlulah Anda masuk wilayah pembahasan roh masuk ke roh orang lain," katanya.

Buya Yahya juga membantah anggapan bahwa roh orang jahat bebas berkeliaran setelah meninggal dunia.

"Tidak ada itu semuanya, tidak ada roh gentayangan. Kalau dia orang jahat, pembunuh, orang jahat, disiksa di alam barzah. Kenapa gentayangan? Enak-enak jalan ke mal, tidak ada itu semuanya," tegasnya.

Terkait korban yang diduga dijadikan tumbal, Buya Yahya meminta keluarga yang ditinggalkan untuk tidak mempercayai anggapan tersebut. 

Menurutnya, yang terpenting adalah mendoakan almarhum dan menyerahkan urusannya kepada Allah SWT.

"Kalau memang dia dizalimi, maka dia masuk surga. Cuma kalau keyakinan keluarga Anda dia dijadikan tumbal, Anda buang keyakinan itu," ujarnya.

Buya Yahya menekankan bahwa praktik mempersembahkan tumbal kepada selain Allah merupakan bentuk kesyirikan yang harus dijauhi oleh setiap Muslim.

"Tumbal ini adalah untuk sesuatu yang dianggap agung selain Allah, maka dia syirik, menyekutukan Allah. Hati-hati, jangan Anda terbawa dengan hal-hal yang semacam ini," katanya.

Di akhir penjelasannya, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk menjaga kemurnian iman dan tidak mempercayai berbagai mitos yang bertentangan dengan ajaran agama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan bahwa hewan yang disembelih seharusnya dimanfaatkan sebagai sedekah dan bukan dijadikan persembahan untuk ritual tertentu.

"Sapi disembelih sedekah maka ada manfaatnya untuk masyarakat. Bukan dimasukkan ke laut atau dijadikan tumbal. Keyakinan semacam itu tidak benar," pungkas Buya Yahya. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Tegaskan Sudah Resmi Jadi Anggota PSI sejak Oktober 2025: Angka Tujuhnya Banyak Sekali

Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Tegaskan Sudah Resmi Jadi Anggota PSI sejak Oktober 2025: Angka Tujuhnya Banyak Sekali

Jokowi pamer KTA PSI saat Rakorda DPD PSI Kota Bandung. Ia menegaskan telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 dan membacakan nomor keanggotaannya.
Pelatih Hyundai Hillstate Bongkar Perubahan Besar Tim, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Baru

Pelatih Hyundai Hillstate Bongkar Perubahan Besar Tim, Megawati Hangestri Jadi Tumpuan Baru

Hyundai Hillstate menyiapkan perubahan besar jelang musim 2026/2027 setelah kehilangan Yang Hyo-jin. Dalam strategi barunya, Megawati Hangestri diproyeksikan.
Program MBG Berbenah, BGN Pelajari MBG Negeri Sakura

Program MBG Berbenah, BGN Pelajari MBG Negeri Sakura

BGN terus berbenah demi mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa di Indonesia. Tak cuma berpatokan pada sistem dalam negeri,
Akhiri Perjuangan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Tim Renang Indonesia Berhasil Pecahkan 7 Rekor Nasional

Akhiri Perjuangan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Tim Renang Indonesia Berhasil Pecahkan 7 Rekor Nasional

Tim Renang Indonesia baru saja mengakhiri perjuangan mereka di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang melangsungkan pertandingan terkahir Jumat 25 September kemarin
Adhisty Zara Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Kenalkan Benjiro Nayel Ali

Adhisty Zara Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Kenalkan Benjiro Nayel Ali

Adhisty Zara mengumumkan kelahiran anak pertama bersama Abdullah Tsaqib. Putra mereka diberi nama Benjiro Nayel Ali pada 19 September 2026.
Penguatan Ekonomi Reintegrasi Sosial, Kemensos Bantu Eks Napi Terorisme Poso Sulawesi Tengah Rp5 Juta

Penguatan Ekonomi Reintegrasi Sosial, Kemensos Bantu Eks Napi Terorisme Poso Sulawesi Tengah Rp5 Juta

Kementerian Sosial (Kemensos) memberdayakan 21 orang eks narapidana terorisme dengan memberikan modal usaha masing-masing sebesar Rp5 juta untuk penguatan usaha

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT