Teks Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Maulid Nabi, Momentum Meneladani Rasulullah SAW
- Unsplash/Annas Arfnahri
Di antara amalan yang dapat kita biasakan adalah salat tahajud dan puasa sunnah.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, diceritakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan salat malam hingga kedua kaki beliau mengalami bengkak. Melihat hal tersebut, Aisyah RA bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ
Wahai Rasulullah, untuk apa Engkau melakukan ini sedangkan dosa-dosamu yang lampau dan yang akan datang?
Rasulullah SAW kemudian menjawab:
فَقَالَ “ يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ”
Rasulullah SAW bersabda, Wahai ‘Aisyah, Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?
Hadis tersebut memberikan pelajaran penting bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan. Syukur juga diwujudkan melalui ketaatan dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Selain salat malam, kita juga dapat melatih diri dengan puasa sunnah, salah satunya puasa Senin dan Kamis.
Dalam sebuah hadits Hasan Riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Rasulullah SAW bersabda: Amalan-amalan manusia diajukan (kepada Allah) setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang apabila amalan saya diajukan dalam keadaan saya berpuasa.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Masih banyak amalan sunnah dan tuntunan Rasulullah SAW yang dapat kita pelajari. Karena itu, momentum Rabiul Awal hendaknya menjadi titik awal untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Semoga kita tidak hanya mengenang Rasulullah SAW melalui peringatan Maulid, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan beliau dalam ibadah, keluarga, pekerjaan, hubungan sosial, dan seluruh aspek kehidupan.
Load more