Teks Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Maulid Nabi, Momentum Meneladani Rasulullah SAW
- Unsplash/Annas Arfnahri
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ، اَمَّا بَعْدُ
Sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Rabiul Awal juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi akhlak kita. Rasulullah SAW bukan hanya memberikan tuntunan dalam ibadah, tetapi juga menunjukkan bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap kepada keluarga, tetangga, masyarakat, bahkan kepada orang-orang yang berbeda dengannya.
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrad, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاقِ
Artinya: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq.
Lalu bagaimana gambaran akhlak Rasulullah SAW?
Aisyah RA menjelaskan:
كَانَ خُلُقُ نَبِيِّ اللَّه ﷺ الْقُرْآنَ” رواهُ مُسْلِم
“Akhlaq Rasulullah SAW adalah (sebagaimana yang ada dalam) Al-Quran”
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Keterangan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak berhenti pada ucapan. Kecintaan tersebut perlu dibuktikan dengan upaya menjadikan ajaran dan akhlak beliau sebagai pedoman.
Load more