Menggabungkan Niat Shalat Tahajud dengan Sunnah Lain, Sah atau Tidak? Berikut Batasannya
- Gemini AI
Meski demikian, niat shalat tahajud secara tegas tidak boleh disatukan dengan niat shalat fardhu.
“Shalat fardhu tidak boleh digabungkan dengan shalat sunnah lainnya, tapi jika melakukan shalat fardhu saat bangun tidur maka akan memiliki fungsi sebagai shalat tahajud,” jelas Buya Yahya.
“Atau Anda melakukan shalat fardhu pada waktu masuk masjid, maka punya fungsi tahiyatul masjid. Tapi tidak boleh niat tahiyatul masjid,” sambungnya.
Di samping itu, terdapat pula jenis ibadah sunnah yang tidak dapat digabungkan dengan tahajud, salah satunya adalah shalat sunnah rawatib.
“Selain shalat fardhu, ada shalat sunnah rawatib. Shalat sunnah rawatib yaitu sudah ditentukan waktunya,” terang Buya Yahya.
“misalnya shalat dhuha, shalat witir, kemudian shalat qabliyah dan ba’diyah tidak boleh digabungkan dengan shalat sunnah yang lain,” imbuhnya.
Sementara untuk jenis shalat sunnah mutlak pada umumnya, penggabungan niat dengan shalat sunnah lainnya tetap diperbolehkan.
“Tapi shalat sunnah mutlak yaitu shalat yang nggak pakai nama, bisa dilakukan kapan saja. Baik tanpa sebab maupun dengan sebab yang mengiringinya,” pungkasnya.
(kmr)
Load more