Seruan Ustaz Adi Hidayat soal Banyak Musibah dan Bencana Alam, Ajak Taubat Nasional
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Peringatan
Lanjut, UAH menyoroti kehebohan yang terjadi belakangan ini. Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda mulai aktif mengeluarkan abu vulkanik sejak Jumat, 4 September 2026 malam.
Hal ini mendorong Gunung Anak Krakatau erupsi terus-menerus pada 5 September 2026. Dampak letusan ini menyebabkan abu vulkanik tersebar ke sebagian Pulau Jawa, Pulau Sumatera, serta Samudera Hindia.
Pada Rabu (9/9/2026), sekitar pukul 00.47 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali meletus dengan durasi 28 detik dan amplitudo maksimum 51 mm.
Abu vulkanik yang tersebar membuat masyarakat panik. Aktivitas tersebut juga membuat berbagai jadwal penerbangan ditunda bahkan batal.
"Pertanyaannya, dari sekian yang merasa takut itu berapa yang mau evaluasi diri? Berapa yang mau bermuhasabah? Berapa yang mau berintrospeksi diri?," tanya dia.
UAH Ajak Taubat Nasional
UAH mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang berbuat kerusakan belum sadar terhadap tindakannya. Pendakwah kondang itu pun ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu introspeksi diri.
Cara introspeksi diri berupa taubat nasional. Menurutnya, hal ini justru bersifat lebih luas karena tidak hanya melihat beragam kesulitan dirasakan seseorang tetapi lebih mengacu pada kesulitan disebabkan fenomena alam.
"Kita punya jiwa spiritual, kita punya karakter berkeTuhanan yang Maha Esa, bahkan ini menjadi filosofi dalam berbangsa dan bernegara. Saya kira saatnya kita menghidupkan kembali algoritma spiritual kita," jelasnya.
Ajakan taubat nasional tersebut tidak hanya untuk situasi erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga mengacu pada sikap orang mukmin menghadapi fenomena alam lainnya, mulai dari musim kemarau dan sebagainya.
UAH setidaknya mengajak orang mukmin untuk melakukan tiga hal, di antaranya introspeksi diri, bertaubat, dan memperbanyak istighfar.
"Ayo banyak istighfar. Sungguh Allah itu Maha Penerima ampunan bagi hamba-hamba yang melampaui batas dalam perbuatan penyimpangannya," seru UAH.
(hap)
Load more