News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Sekadar Kostum, Ini Alasan Santri Perlu Memahami Makna Pakaian Adat

Bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perubahan zaman, mengenakan pakaian adat dapat menjadi pintu masuk untuk mengenali kembali akar budayanya
Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:46 WIB
Bukan Sekadar Kostum, Ini Alasan Santri Perlu Memahami Makna Pakaian Adat
Sumber :
  • Lampung Kemenag

tvOnenews.com - Pakaian adat sering kali hadir dalam berbagai acara kebudayaan sebagai simbol keberagaman. Namun, ketika ribuan santri pramuka mengenakannya dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI, busana tersebut dapat dimaknai lebih jauh dari sekadar atribut kegiatan. 

Di balik kain, motif, warna, dan aksesori yang dikenakan, tersimpan cerita tentang masyarakat yang melahirkan dan mewariskannya dari generasi ke generasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perubahan zaman, mengenakan pakaian adat dapat menjadi pintu masuk untuk mengenali kembali akar budayanya. 

Bukan hanya mengetahui nama pakaian atau daerah asalnya, tetapi juga memahami nilai, filosofi, sejarah, hingga pandangan hidup yang tercermin di dalamnya. Dengan cara itu, pakaian adat tidak berhenti sebagai kostum untuk sebuah acara, melainkan menjadi sarana pembelajaran identitas.

Pesan tersebut terasa relevan dalam pertemuan santri dari berbagai daerah. Perbedaan pakaian yang mereka kenakan justru memperlihatkan betapa luasnya keragaman budaya Indonesia. 

Di tengah keberagaman itu, ada kesempatan bagi santri untuk belajar bahwa identitas kebangsaan tidak harus menghapus identitas lokal. Sebaliknya, mengenali budaya sendiri dapat menjadi bagian dari cara memahami Indonesia secara lebih utuh.

Memakai Pakaian Adat Tidak Cukup, Santri Perlu Memahami Maknanya

Dalam pembukaan Bazar PPSN VI di Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Kamis (1/10/2026), Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Bunda Santri Indonesia, menyoroti hal tersebut.

"Anak-anakku santri pramuka, pakaian adat yang kalian kenakan hari ini bukan hanya untuk dipamerkan. Di dalamnya ada doa, ada filosofi, ada jati diri para leluhur kita. Santri pramuka harus tahu makna dari pakaian yang dikenakannya. Kalau ditanya orang, kalian harus bisa menjelaskan, bukan hanya bisa memakainya," pesan Bunda Helmi, melansir dari laman resmi, Jumat (02/10/26).

Pesan itu menunjukkan bahwa pengenalan budaya dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dan terlihat sehari-hari. Pakaian adat, misalnya, dapat menjadi bahan belajar untuk mengetahui bagaimana suatu masyarakat memandang keluarga, lingkungan, status sosial, tradisi, hingga hubungan antargenerasi.

Karena itu, mengenakan pakaian adat seharusnya tidak berhenti pada aktivitas memilih busana untuk sebuah kegiatan. Ada proses lanjutan berupa mencari tahu asal-usul, memahami simbol, serta mengenali alasan sebuah motif, kain, atau aksesori digunakan.

Keberagaman Busana Menjadi Pelajaran tentang Indonesia

PPSN VI mempertemukan santri pramuka dari berbagai penjuru Nusantara. Kehadiran mereka dengan pakaian adat masing-masing membuat keberagaman budaya terlihat secara langsung dalam satu ruang.

Menurut Bunda Helmi, pemahaman terhadap budaya sendiri merupakan bagian dari pembentukan karakter santri yang tidak hanya kuat dalam keislaman, tetapi juga memiliki akar kebangsaan. Tradisi pesantren dan kegiatan kepramukaan, menurutnya, memiliki ruang untuk mempertemukan nilai-nilai tersebut dengan kearifan lokal.

"Santri yang mengenal jati dirinya tidak akan mudah tercerabut oleh arus zaman. Dari Sabang sampai Merauke, keberagaman pakaian adat ini justru menunjukkan bahwa kita satu dalam bingkai Indonesia," ujarnya.

Pandangan tersebut juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Mengenalkan makna pakaian adat kepada anak muda dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga pengetahuan budaya tetap hidup.

Terlebih, budaya tidak hanya berbentuk benda yang diwariskan. Di dalamnya terdapat pengetahuan dan nilai yang terus diteruskan melalui praktik, cerita, dan pemahaman antargenerasi. Ketika generasi muda hanya mengenakan sebuah pakaian tanpa mengetahui maknanya, sebagian konteks budaya yang menyertainya berisiko semakin jauh dari pemahaman mereka.

Dari Identitas Budaya hingga Kemandirian Santri

Pesan mengenai identitas budaya tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian PPSN VI 2026 yang berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober. Selain kegiatan kepramukaan, perkemahan ini juga diisi pentas seni dan budaya serta kegiatan pengembangan karakter santri.

Di lokasi yang sama, Bazar PPSN VI menghadirkan produk pesantren, karya santri, dan usaha masyarakat sekitar. Kehadiran bazar menjadi bagian lain dari pembelajaran bagi peserta, terutama berkaitan dengan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi.

"Bazar ini adalah ruang belajar sekaligus ruang berdaya. Santri belajar berwirausaha, pesantren memperkenalkan produk unggulannya, dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya. Ketika ribuan peserta berbelanja di sini, uang itu berputar di tengah ekonomi lokal. Inilah keberkahan yang ingin kita tumbuhkan dari PPSN," tuturnya.

Pesantren memiliki modal sosial untuk berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Pesantren yang mandiri adalah pesantren yang kuat. Dan kemandirian itu dimulai dari santri yang berani mencoba, berani berkarya, dan percaya pada produknya sendiri," tegasnya.

Usai membuka bazar, Bunda Helmi meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan santri serta pelaku usaha. Ia mendorong peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran digital agar karya pesantren dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada akhirnya, pesan pakaian adat dalam PPSN VI tidak semata-mata tentang bagaimana santri tampil dengan busana dari daerah masing-masing. Yang lebih penting adalah apa yang mereka ketahui setelah mengenakannya. 

Setiap kain, motif, dan aksesori dapat menjadi pintu untuk memahami sejarah serta nilai yang diwariskan masyarakat. Ketika keberagaman itu dipahami, bukan sekadar ditampilkan, pakaian adat dapat menjadi salah satu cara bagi santri untuk mengenali jati diri sekaligus memahami keberagaman Indonesia. (udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bak Bumi dan Langit, Nasib Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di Timnas: Satu Pergi Diam-diam, Satu Dibuat Acara Khusus

Bak Bumi dan Langit, Nasib Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di Timnas: Satu Pergi Diam-diam, Satu Dibuat Acara Khusus

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi menghadapi penghujung karier internasional dengan cara berbeda. Ronaldo meninggalkan timnas Portugal di tengah konflik.
Punya Budget Rp10 Juta, Dapat iPhone Apa? Ini Pilihan Paling Masuk Akal per Oktober 2026

Punya Budget Rp10 Juta, Dapat iPhone Apa? Ini Pilihan Paling Masuk Akal per Oktober 2026

Punya budget Rp10 juta dan ingin membeli iPhone? Simak pilihan iPhone baru dan bekas yang masih menarik untuk kelas menengah per Oktober 2026.
Video Siswi Berjilbab Nyanyikan Lagu Rohani di Luwu Viral, Ini Fakta yang Masih Belum Terjawab

Video Siswi Berjilbab Nyanyikan Lagu Rohani di Luwu Viral, Ini Fakta yang Masih Belum Terjawab

Video sejumlah siswi di Luwu yang diduga menyanyikan lagu rohani Kristen viral di media sosial. Berikut fakta dan konteks yang masih belum terkonfirmasi.
Sempat Viral Gasak Ransel di Bagasi KRL, Pria Ini Akhirnya Tak Berkutik Gara-gara Teknologi KAI

Sempat Viral Gasak Ransel di Bagasi KRL, Pria Ini Akhirnya Tak Berkutik Gara-gara Teknologi KAI

Jejak pelarian seorang pria yang diduga menggasak tas berisi gawai dan laptop milik penumpang kereta rel listrik (KRL) di wilayah Tamansari, Jakarta Barat, akhirnya terhenti. 
Jadwal Asian Games 2026, Jumat 2 Oktober: Ada Timnas Voli Indonesia Berlaga Hari Ini, Sepeda Trek Masuki Babak Final

Jadwal Asian Games 2026, Jumat 2 Oktober: Ada Timnas Voli Indonesia Berlaga Hari Ini, Sepeda Trek Masuki Babak Final

Jadwal Asian Games 2026 hari ini Jumat 2 Oktober akan menyajikan pertandingan dari 25 cabang olahraga yang 12 diantaranya terdapat wakil Indonesia bertanding.
Estafet Kepemimpinan Polri Bergulir, Harapan Besar Tertuju pada Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto

Estafet Kepemimpinan Polri Bergulir, Harapan Besar Tertuju pada Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto

Penunjukan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat transformasi Polri.

Trending

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Coach Justin Bongkar Kelemahan Timnas Indonesia Usai Hajar Bangladesh 9-2, Ungkap PR Jelang Hadapi Thailand

Coach Justin Bongkar Kelemahan Timnas Indonesia Usai Hajar Bangladesh 9-2, Ungkap PR Jelang Hadapi Thailand

Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh mengantarkan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Meski tampil dominan, Coach Justin tetap menyoroti sejumlah.
Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Jennifer Coppen kena bully netizen Malaysia setelah Timnas Indonesia menggagalkan Harimau Malaya lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 atas banjir gol di dua laga berbeda. 
Sempat Viral Gasak Ransel di Bagasi KRL, Pria Ini Akhirnya Tak Berkutik Gara-gara Teknologi KAI

Sempat Viral Gasak Ransel di Bagasi KRL, Pria Ini Akhirnya Tak Berkutik Gara-gara Teknologi KAI

Jejak pelarian seorang pria yang diduga menggasak tas berisi gawai dan laptop milik penumpang kereta rel listrik (KRL) di wilayah Tamansari, Jakarta Barat, akhirnya terhenti. 
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Perang Taktik 2 Pelatih Inggris, John Herdman Sudah Kenal Gaya Anthony Hudson

Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Perang Taktik 2 Pelatih Inggris, John Herdman Sudah Kenal Gaya Anthony Hudson

John Herdman mengungkap Anthony Hudson sudah memahami cara bermain Timnas Indonesia. Duel dua pelatih Inggris itu bakal tersaji di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT