Momen Dimana Semua Amal Akan Ditmbang, Berikut Pengertian Yaumul Mizan dan Hal yang Akan Ditimbang Menurut Para Ulama
- Freepik/sergiign
tvOnenews - Yaumul Mizan adalah hari dimana semua amal baik dan buruk manusia akan ditimbang untuk menerima keadilan .
Setelah manusia sampai di Padang Mahsyar, seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia akan ditimbang dan dihitung.
Bila amal lebih baik daripada amal buruknya, maka ia akan masuk surga. Dalam sebuah ayat Al Anbiya nomor 47 Allah SWT berfirman:
"Dan Kami akan menegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorangpun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami akan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." (QS. Al Anbiya: 47)
Selain itu Allah Ta'ala juga berfirman dalam ayat Al A'raf yang artinya:
"Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran, barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung, Dan barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami." (Q.S. Al-A'raf: 8-9)
Pengertian Yaumul Mizan
Yaumul Mizan memiliki makna hari penimbangan. Hari di mana semua amal ibadah kita selama di dunia akan dipertimbangkan. Sekecil apapun kalian dan sekecil apapun kesalahan kalian, semua akan dipertimbangkan dan dihitung adil dengan keadilan dan timbangan milik Allah SWT.
Dilansir dari laman VIVA.co.id, para ulama berbeda pendapat tentang apa yang dipertimbangkan pada saat yaumul mizan,
Pendapat pertama, yang ditimbang adalah amal

img: Freepik/patara
Pendapat ini didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi berat dalam timbangan (pada hari Kiamat), dan dicintai oleh ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih): Subhaanallaahi wa bihamdihi dan Subhanallahil ‘Azhim.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Hajar al-Ashqolani rahimahullah. Beliau berpendapat bahwa yang dipertimbangkan adalah amal, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Load more