Momen Dimana Semua Amal Akan Ditmbang, Berikut Pengertian Yaumul Mizan dan Hal yang Akan Ditimbang Menurut Para Ulama
- Freepik/sergiign
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika ditimbang (di hari Kiamat) daripada akhlak yang mulia.” (H.R. Bukhari).
Pendapat kedua, yang ditimbang adalah orangnya

img: Freepik/rawpixel
Ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa yang dipertimbangkan saat Yaumul Mizan adalah orangnya, berat atau ringannya timbangan tergantung pada hidupnya.
Namun, berat yang dimaksud bukan berat badan, atau banyaknya daging yang ada di tubuh mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk.”
Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah..’Dan Kami tidak memiliki suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat’.” - Surah Al-Kahfi: 105. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Sebuah kisah di zaman Rasulullah SAW tentang sahabat, ‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang memiliki betisnya yang kecil.
Di suatu waktu, angin berhembus dengan sangat kencang dan menyingkap pakaian ‘Abdullah ibnu Mas’ud ra., sehingga terlihatlah kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil.
Para sahabat yang melihatnya pun tertawa. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yang sedang kalian tertawakan?” Para sahabat menjawab, “Kedua betisnya yang kecil, wahai Nabiyullah.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu di mizan nanti lebih berat dari pada gunung uhud.” (H.R. Ahmad).
Pendapat ketiga, yang ditimbang adalah lembaran catatan amal

img: Freepik
Saat yaumul mizan, yang akan ditimbang adalah lembaran catatan amalnya. Diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh Allah akan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari Kiamat di mana ketika itu dibentangkan 99 catatan catatan (dosa) miliknya. Setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang, kemudian Allah berfirman: ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini? Apakah para (Malaikat) pencatat amal telah menganiayamu?,' Dia menjawab: 'Tidak wahai Rabbku,' Allah bertanya: 'Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?,' Dia menjawab: 'Tidak Wahai Rabbku.'
Load more