News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Tutupi Lagi, Ko Hee-jin Akhirnya Jujur Soal Megawati Hangestri: Kalau Federasi Mengubah Aturan, Saya Ingin Bermain Bersama Mega Selamanya!

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, mengutarakan harapan besarnya agar bisa kembali bekerja sama dengan bintang Indonesia, Megawati Hangestri. Tak rela kehilangan Mega
Kamis, 26 Juni 2025 - 14:59 WIB
Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks
Sumber :
  • Naver / Red Sparks

Angka ini bahkan lebih rendah dari sebagian besar pemain lokal yang kontribusinya tak sebanding. Media Segye Ilbo mengkritik sistem ini dalam laporan Januari 2025. 

“Dari 10 pemain dengan gaji tertinggi di Korea, kecuali Kim Yeon-koung dan Yang Hyo-jin, tak ada yang kontribusinya melebihi Mega,” tulis mereka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bahkan Kim dan Yang tidak berada di level Megawati jika dibandingkan dari rasio performa terhadap gaji.”

Sebagai catatan, batas gaji pemain asing V-League untuk musim mendatang ditetapkan sebesar USD 300 ribu bagi pemain putri, sementara untuk pemain kuota Asia tetap dibatasi pada angka USD 150 ribu per musim. 

Angka ini hanya naik USD 30 ribu sejak slot Asia diperkenalkan pada 2023. 

Padahal, level persaingan pemain Asia, termasuk dari Thailand, Jepang, Vietnam, dan Indonesia, sudah menyaingi Korea Selatan, yang kini berada di posisi kelima dalam peringkat bola voli putri Asia.

Situasi Megawati sempat menjadi sorotan karena sempat dipertimbangkan untuk mengikuti kembali jalur try out agar bisa kembali bermain di Korea. 

Namun dengan diberlakukannya sistem free agent, pintu negosiasi langsung kembali terbuka bagi pemain seperti Megawati yang memiliki nilai jual tinggi.

Namun, KOVO tetap menegaskan batasan dalam sistem baru ini. Mereka menetapkan aturan penalti bagi klub yang melanggar ketentuan gaji pemain asing atau kuota Asia. 

“Jika ditemukan pelanggaran seperti kelebihan gaji, pemain bersangkutan akan langsung dikeluarkan dari musim berjalan,” demikian pernyataan resmi KOVO. 

“Klub juga akan kehilangan hak merekrut pemain asing dan kuota Asia untuk musim berikutnya.”

Situasi ini menjadi dilema bagi pemain berkelas seperti Megawati. Di satu sisi, performanya menuntut pengakuan setara dari sisi finansial, namun di sisi lain, sistem gaji yang belum sepenuhnya adaptif justru membatasi langkahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ko Hee-jin pun mengakui, sebagai pelatih yang pernah dua musim bersama Mega, ia merasa kehilangan sosok pemain yang tak hanya berkontribusi di lapangan.

Akan tetapi juga menjadi bagian emosional dari keluarga tim. Kini, dengan sistem baru, harapan untuk menyatukan kembali kerja sama itu masih terbuka. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendagri Tito Ingatkan Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Mendagri Tito Ingatkan Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mendorong mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT untuk melihat peluang karier di luar jalur TNI, Polri, dan ASN. 
Cegah Permainan Calo, Menhub Masih Rahasiakan Detail Rute MRT Menuju Tangerang Selatan

Cegah Permainan Calo, Menhub Masih Rahasiakan Detail Rute MRT Menuju Tangerang Selatan

Kementerian Perhubungan memutuskan untuk tidak memublikasikan rute Mass Rapid Transit (MRT) tujuan Tangerang Selatan (Tangsel) guna mengantisipasi maraknya spekulasi lahan. 
Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) sebagai pilar moral dalam sistem birokrasi Indonesia. 
Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga sistem keamanan berbasis masyarakat dapat berjalan optimal dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Sulawesi Selatan
Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Kabar gembira untuk warga Bekasi nih, karena tidak lama lagi bisa punya listrik dari hasil olahan sampah. Berikut penjelasannya.
Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan dilakukannya peninjauan ulang secara menyeluruh terhadap program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Merah Putih. 

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT