News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanpa Megawati Hangestri, Red Sparks Kalah dari IBK Altos dengan Skor 1-3, Ko Hee-jin: Kami Menghadapi Tekanan, Penyerang dan Setter Merasakan itu

Red Sparks takluk 1-3 dari IBK Altos, bayang-bayang kepergian Megawati Hangestri masih membekas. Usai pertandingan, pelatih Ko Hee-jin mengakui timnya masih
Rabu, 24 September 2025 - 23:48 WIB
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri yang kini berseragam Manisa BBSK di Turki
Sumber :
  • instagram Red Sparks/manisa bbsk

tvOnenews.com - Daejeon JungKwanJang Red Sparks harus menelan pil pahit di laga perdana KOVO Cup 2025 yang berlangsung di Yeosu, Korea Selatan. 

Tanpa kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi yang kini resmi bergabung dengan klub Turki, Manisa BBSK, Red Sparks tumbang dari Hwaseong IBK Altos dengan skor 1-3 (25-16, 20-25, 22-25, 20-25) pada Senin (22/9/2025). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekalahan ini seakan menegaskan bahwa absennya Megawati, yang dua musim terakhir menjadi mesin poin utama, masih menyisakan lubang besar di lini serang tim.

Bagi publik voli Korea, kepergian pevoli asal Jember tersebut meninggalkan tanda tanya besar: mampukah Red Sparks bangkit tanpa sosok yang selama ini jadi andalan? 

Laga kontra IBK Altos menjadi ujian nyata. Meski Red Sparks berusaha mengandalkan pemain lokal, hasil akhir menunjukkan masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam hal blocking dan receive yang menjadi titik lemah mereka.

Red Sparks tampil tidak dengan kekuatan penuh karena sang kapten, Yeum Hye-seon, masih dalam masa pemulihan pascaoperasi lutut. Posisi setter pun akhirnya dipercayakan kepada Kim Chae-na. 

Dalih Ko Hee-jin Setelah Kalah Red Sparks Telak dari IBK Altos
Dalih Ko Hee-jin Setelah Kalah Red Sparks Telak dari IBK Altos
Sumber :
  • KOVO

 

Meski sempat tampil menjanjikan di set pertama, performanya menurun di tiga set berikutnya. Sementara itu, Lee Seon-woo tampil menonjol dengan torehan 18 poin, sekaligus menjadi top skor tim. Penampilan cukup solid juga ditunjukkan oleh Park Hye-min di posisi outside hitter.

Namun demikian, strategi rotasi pemain lokal belum cukup untuk menutup kelemahan yang ditinggalkan absennya Megawati. 

Dalam dua musim sebelumnya, Megawati dikenal sebagai motor serangan dengan daya ledak tinggi. Kini, Red Sparks dipaksa mencari keseimbangan baru agar tidak terlalu bergantung pada satu figur.

Usai pertandingan, pelatih Ko Hee-jin mengakui timnya masih kesulitan melepaskan diri dari bayang-bayang Megawati. “Mereka tidak bermain sebaik saat latihan,” ujarnya, dikutip dari MyDaily. 

“Mereka menunjukkan performa yang hebat di latih tanding terakhir, tetapi pertandingan sesungguhnya berbeda. Saya pikir pertandingan hari ini akan menjadi pengalaman yang baik dan berharga.”

Ko juga menyoroti sikap hati-hati berlebihan yang justru membuat anak asuhnya kehilangan momentum. 

“Bahkan dalam krisis, kami harus menghadapi tekanan, baik penyerang maupun setter merasakan tekanan itu. Saya pikir itulah mengapa kami bermain dengan sangat hati-hati. Kami perlu berlatih lebih keras daripada sekarang,” tegasnya.

Megawati Hangestri di Manisa BBSK
Megawati Hangestri di Manisa BBSK
Sumber :
  • Instagram @manisabbsk

 

Kekalahan dari IBK Altos menjadi peringatan dini bagi Red Sparks bahwa perjalanan musim ini tidak akan mudah. 

Meski latihan menunjukkan progres positif, performa nyata di lapangan memperlihatkan betapa rapuhnya tim dalam situasi pertandingan penuh tekanan. Ko berharap kekalahan perdana ini bisa jadi pelajaran berharga untuk memperkuat mental maupun teknis tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Red Sparks kini wajib mengalahkan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass pada laga berikutnya, Jumat (26/9/2025), jika ingin menjaga peluang lolos ke semifinal KOVO Cup 2025. 

Pertandingan tersebut akan menjadi ujian lanjutan bagi Red Sparks: apakah mereka mampu menemukan ritme baru tanpa Megawati, atau semakin terpuruk dalam transisi pasca-kepergian bintang andalan mereka. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat kepolisian mengusut soal viralnya tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha yang diduga sebagai sarana untuk promosi minuman keras (miras) di acara musik.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT