Sistem Agen Bebas KOVO 2026-2027 Buka Peluang Comeback Megawati Hangestri? Media Korea: Tim Mana yang Akan Merekrut Megatron?
- instagram megawatihangestrip
tvOnenews.com - Megawati Hangestri punya kesempatan kedua comeback ke Liga Voli Korea musim 2026-2027?
Federasi Bola Voli Korea Selatan bersiap melakukan perubahan besar. Korea Volleyball Federation (KOVO) akan mulai menerapkan sistem agen bebas pada musim 2026-2027, sebuah kebijakan yang diyakini mengubah peta persaingan V-League.
Reformasi ini menjadi respons atas berbagai kendala yang dialami klub dalam beberapa musim terakhir, terutama terkait fleksibilitas perekrutan pemain asing dan kuota Asia.
Skema baru ini memberi ruang bagi klub untuk lebih leluasa memilih pemain tanpa terikat daftar seleksi awal musim.
Bagi publik Indonesia, kebijakan tersebut langsung dikaitkan dengan peluang kembalinya Megawati Hangestri Pertiwi ke Liga Voli Korea.
Setelah tampil di Proliga 2026, spekulasi soal masa depannya kembali mencuat. Apakah sistem agen bebas membuka jalan bagi reuni dengan klub lamanya?
Skema Baru KOVO dan Aturan Ketat Batas Gaji
KOVO memastikan sistem agen bebas lebih dulu diterapkan untuk pemain kuota Asia pada musim depan. Sementara itu, mekanisme serupa untuk pemain asing non-Asia baru akan berlaku pada musim 2027-2028.
Perubahan ini lahir dari kebutuhan klub yang selama ini kesulitan mencari pengganti ketika pemain asing cedera di tengah kompetisi.

- KOVO
Sebelumnya, tim hanya bisa merekrut ulang dari daftar peserta seleksi pramusim. Situasi ini kerap menyulitkan, seperti yang dialami Daejeon JungKwanJang Red Sparks saat kehilangan Wipawee Srithong akibat cedera.
Klub tak punya banyak opsi selain mengambil pemain yang tersedia di daftar, meski belum tentu sesuai kebutuhan teknis.
Meski sistem berubah, nominal gaji pemain kuota Asia tetap. Untuk pemain putri, bayaran tahun pertama ditetapkan 120 ribu dolar AS (sekitar Rp2 miliar) dan 150 ribu dolar AS (sekitar Rp2,5 miliar) pada tahun kedua.
Angka tersebut masih sama sejak regulasi kuota Asia diberlakukan pada musim 2023-2024.
KOVO juga menegaskan sanksi tegas bagi pelanggaran batas gaji. Jika terbukti ada kontrak melebihi plafon, pemain akan didiskualifikasi, sementara klub menerima teguran keras.
Kebijakan ini dibuat guna mencegah praktik “uang di bawah meja” demi mengamankan jasa pemain bintang dengan nilai fantastis.

- Instagram/JPEvolley
Kans Comeback Megawati Usai Proliga 2026
Di tengah perubahan regulasi, nama Megawati kembali menjadi bahan perbincangan media Korea Selatan. SBSNews menyoroti masa depan opposite asal Indonesia tersebut.
"Selanjutnya, pertanyaan terbesar adalah tim mana yang akan merekrut Megawati Pertiwi," tulis SBS.
"Dia memimpin JungKwanJang ke final kejuaraan musim lalu, menjadi sorotan utama dalam V-League."
Penampilan Megawati selama dua musim memang meninggalkan jejak kuat. Pada musim debutnya, ia membukukan 736 poin.
Angka itu meningkat drastis menjadi 802 poin pada musim kedua, kontribusi signifikan yang membawa Red Sparks melangkah hingga partai final.
Usai Proliga 2026, performa Megawati dinilai tetap stabil. Ia menunjukkan kematangan permainan, variasi serangan yang lebih kaya, serta kepemimpinan di lapangan.
Dengan sistem agen bebas, peluang negosiasi langsung antara pemain dan klub terbuka lebih luas, termasuk kemungkinan kembali ke Red Sparks jika kebutuhan tim sejalan.
Namun, faktor finansial tetap menjadi pertimbangan. Batas gaji yang ditetapkan KOVO membuat semua klub harus berhitung cermat. Jika Megawati kembali sebagai pemain kuota Asia, kontraknya wajib sesuai plafon yang berlaku.
Persaingan Klub dan Warisan Musim Terbaik
Saat ini, sejumlah klub berupaya mempertahankan pemain kuota Asia mereka. Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass tampil impresif bersama Thanacha Sooksod (Thailand), bahkan memuncaki klasemen dan berpeluang lolos langsung ke final setelah dua musim gagal ke playoff.
Sementara Gwangju AI Peppers Savings Bank mengandalkan Haruyo Shimamura (Jepang) sebagai motor permainan.
Di sisi lain, Red Sparks tentu tak melupakan kontribusi Megawati. Pada musim keduanya, ia bukan hanya mesin poin, tetapi juga figur sentral dalam momentum krusial. Laju tim hingga final menjadi bukti konkret dampaknya.
Dengan sistem agen bebas, peta perburuan pemain akan berubah drastis. Klub kini bisa lebih strategis dalam membangun skuad, sementara pemain memiliki keleluasaan menentukan masa depan.
Pertanyaan besar pun menggantung: akankah Megawati kembali ke Korea dan menghidupkan lagi asa Red Sparks?
Jawabannya mungkin baru terungkap setelah bursa agen bebas resmi dibuka. Namun satu hal pasti—rekam jejak 802 poin dan keberhasilan membawa tim ke final membuat namanya tetap menjadi komoditas panas di V-League. (udn)
Load more