Sebulan Lalu Yolla Yuliana Sudah Bicara Soal 'Tembok Kokoh' Livin Mandiri, Kini Jadi Kunci Nasib Jakarta Livin di Final Four Proliga 2026
- instagram jakarta livin mandiri
tvOnenews.com - Sebulan yang lalu, Yolla Yuliana sudah blak-blakan soal tembok kokoh pertahanan Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026. Simak selengkapnya berikut ini.
Perebutan kursi final four Proliga 2026 sektor putri kian menegangkan. Di tengah persaingan ketat papan tengah, satu nama kembali mencuat sebagai pembeda: Yolla Yuliana.
Sebulan sebelum situasi klasemen memanas seperti sekarang, Yolla sebenarnya sudah memberi sinyal tegas soal level permainannya musim ini.
Lewat unggahan Instagram pribadinya, ia menulis kalimat yang kini terasa seperti pernyataan sikap: “Mau lihat tembok pertahananku? Jaga tengah, jaga harapan. Blokir serangan, amankan kemenangan.”
Kalimat itu bukan sekadar gimik media sosial. Dalam konteks perebutan tiket empat besar, pernyataan tersebut menjadi refleksi mentalitas dan tanggung jawabnya sebagai middle blocker senior di Jakarta Livin Mandiri.
“Tembok Kokoh” yang Kini Benar-Benar Diuji
Ucapan Yolla tentang menjaga tengah dan mengamankan kemenangan kini benar-benar diuji dalam fase akhir reguler.
Jakarta Livin saat ini berada di posisi keempat klasemen sementara dengan 6 kemenangan dan 18 poin. Rasio set mereka 1,0500, sedikit di bawah Jakarta Electric PLN Mobile yang memiliki poin sama tetapi unggul rasio set 1,2105.
Artinya, setiap set, bahkan setiap reli, memiliki nilai strategis. Satu kekalahan saja bisa membuat Livin tergusur dari zona final four, apalagi Jakarta Popsivo Polwan terus menempel dengan 17 poin di peringkat kelima. Selisih yang tipis membuat margin kesalahan nyaris tak ada.

- instagram jakarta livin mandiri
Dalam kondisi seperti ini, peran middle blocker bukan hanya soal mencetak angka lewat quick attack.
Blok yang tepat waktu bisa mengubah momentum, meruntuhkan kepercayaan diri lawan, sekaligus membangkitkan moral tim sendiri. Di sinilah “tembok pertahanan” yang dimaksud Yolla menemukan relevansinya.
Ia bukan hanya pemain senior yang menjaga area tengah net, tetapi juga figur yang menjaga stabilitas emosi tim.
Saat tekanan meningkat, pengalaman panjangnya di level nasional dan internasional menjadi jangkar yang menahan kepanikan.
Load more