Jelang Kompetisi Besar, Begini Cara Menjaga Kondisi Fisik Atlet Tetap Optimal
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Persiapan atlet menuju kompetisi besar tidak hanya ditentukan oleh latihan teknik dan strategi pertandingan. Kondisi fisik juga menjadi bagian penting agar atlet mampu menjalani latihan berintensitas tinggi sekaligus tampil optimal saat kompetisi.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam persiapan 12 atlet Tim Tenis Meja Indonesia menuju pesta olahraga Asia 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Physiorehab mendampingi para atlet melalui rangkaian program treatment, recovery, mobility, dan strengthening sebelum mereka bertolak ke Jepang.
Pendampingan tersebut berlangsung selama Physiorehab Training Camp (TC) pada 10 Agustus hingga 17 September 2026 di klinik Physiorehab cabang Gandaria, Jakarta Selatan.
Persiapan Fisik Dimulai dari Asesmen Kondisi Atlet
Sebelum menghadapi kompetisi besar, kondisi fisik atlet perlu dipantau secara berkala. Dalam program pendampingan Tim Tenis Meja Indonesia, salah satu tahap yang dilakukan adalah asesmen kondisi fisik secara berkala.
Asesmen tersebut menjadi bagian untuk melihat kebutuhan fisik masing-masing atlet. Program selanjutnya kemudian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap atlet selama menjalani rangkaian latihan.
Chief Physiotherapist Physiorehab Simon Tri Prasetyo mengatakan program yang diberikan mencakup beberapa pendekatan, mulai dari terapi hingga latihan penguatan.
“Secara teknis, program Physiorehab yang kami berikan mencakup asesmen kondisi fisik secara berkala, manual therapy untuk mengatasi ketegangan otot dan sendi, hingga program strengthening pada area bahu, pergelangan tangan, dan pinggang yang menjadi titik tumpu utama dalam gerakan tenis meja. Seluruh pendekatan ini kami sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet agar tubuh mereka siap menghadapi intensitas latihan dan kompetisi,” ujar Simon.
Recovery Jadi Bagian dari Persiapan Kompetisi
Recovery menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan tubuh atlet ketika intensitas latihan meningkat. Bagi atlet yang menjalani persiapan menuju kompetisi besar, recovery tidak hanya dilakukan setelah pertandingan, tetapi menjadi bagian dari rangkaian persiapan secara keseluruhan.
Dalam pendampingan Tim Tenis Meja Indonesia, Physiorehab memberikan manual therapy untuk membantu menangani ketegangan pada otot dan sendi.
Program tersebut berjalan berdampingan dengan latihan yang dijalani atlet selama training camp. Dengan demikian, persiapan fisik tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan, tetapi juga menjaga tubuh agar tetap mampu mengikuti beban latihan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan layanan Sports Injury Recovery Physiorehab yang berfokus pada pemulihan, pencegahan cedera, dan peningkatan performa melalui pendekatan berbasis bukti.
Bahu, Pergelangan Tangan hingga Pinggang Diperkuat
Tenis meja merupakan olahraga dengan tempo permainan yang tinggi. Atlet membutuhkan kecepatan reaksi, perubahan arah secara eksplosif, serta gerakan berulang yang melibatkan sejumlah bagian tubuh.
Karena itu, program persiapan fisik juga mencakup strengthening pada area yang banyak digunakan ketika bertanding.
Beberapa bagian tubuh yang menjadi perhatian dalam program tersebut meliputi:
-
Bahu, yang berperan dalam berbagai gerakan pukulan.
-
Pergelangan tangan, yang banyak digunakan dalam mengontrol arah dan kecepatan pukulan.
-
Pinggang, yang menjadi salah satu titik tumpu dalam gerakan tenis meja.
-
Mobilitas dan stabilitas tubuh untuk mendukung kecepatan footwork atlet.
Program strengthening, mobilitas, dan stabilitas tersebut diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet.
Menjaga Tubuh Tetap Siap di Tengah Latihan Intensif
Pelatih Tim Tenis Meja Indonesia Anton Suseno mengatakan persiapan menuju kompetisi tingkat Asia membutuhkan kondisi fisik yang optimal. Para atlet menjalani rangkaian latihan dengan intensitas tinggi sehingga kondisi tubuh perlu terus dijaga.
“Persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia ini tentu membutuhkan kondisi fisik yang optimal karena atlet menjalani rangkaian latihan dengan intensitas tinggi. Pendampingan dari Physiorehab membantu kami dalam menjaga kondisi fisik para atlet selama Training Camp, sehingga latihan dapat berjalan dengan baik dan atlet dapat lebih siap menghadapi kompetisi,” ujar Anton.
Pendampingan tersebut melibatkan 12 atlet nasional, yakni Muhammad Bima Abdi Negara, Muhammad Naufal Junindra Irawan, Gusti Syaiful Desrizal, Affan Mauladana Pratama, Muhammad Kahfi Inzaghi, Braydon Juvensim Susilo, Citra Rasmi, Almaira Nebuchadnezzar, Cindy Marcella Putri, Komang Anik Sudarnita, Ni Ketut Devinta Maharani, dan Siti Aminah.
Persiapan Atlet Tidak Berhenti Sebelum Pertandingan
Menurut Physiorehab, kondisi fisik atlet perlu dijaga dalam seluruh perjalanan kompetisi, bukan hanya menjelang pertandingan. Setelah menjalani latihan dan kompetisi, atlet tetap membutuhkan recovery sebelum kembali membangun kekuatan untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Founder and CEO Physiorehab Adam Salim mengatakan pendampingan terhadap atlet nasional menjadi bagian dari komitmen Physiorehab untuk hadir dalam perjalanan pemulihan dan peningkatan performa.
“Physiorehab hadir di Indonesia sebagai pusat fisioterapi untuk mendampingi perjalanan pemulihan dan performa setiap orang, sehingga kami tidak hanya berfokus pada penanganan cedera. Dukungan kami untuk mempersiapkan para atlet nasional yang akan membawa nama Indonesia ke kancah internasional merupakan wujud nyata komitmen Physiorehab di dunia olahraga di tanah air,” ujar Adam.
Physiorehab sendiri telah melayani lebih dari 20.000 pasien melalui 100.000 sesi terapi. Layanan tersebut didukung fisioterapis profesional dan tersedia di 16 klinik Physiorehab yang tersebar di Indonesia.
Bagi para atlet yang tengah menuju kompetisi besar, rangkaian persiapan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan fisik dibangun secara bertahap. Mulai dari asesmen, recovery, mobilitas, hingga penguatan tubuh menjadi bagian yang saling melengkapi sebelum atlet memasuki panggung pertandingan.
Load more