Bawa Pulang 15 Emas dari Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Sukses Lampaui Target
- NPC Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com – Kontingen Indonesia tiba di Tanah Air setelah berjuang di Asian Para Games 2026. Atlet, pelatih, dan ofisial disambut di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Minggu (25/10/2026).
Kontingen Merah Putih pulang dengan 73 medali, terdiri dari 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan sekaligus melampaui target pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, menyebut pencapaian itu merupakan hasil kerja sama seluruh elemen kontingen. Ia mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih, NPC Indonesia, dan pihak yang memberikan dukungan.
"Kita hanya bersyukur, karena ini berkat kerja sama yang solid antara NPC, atlet, para pelatih, dan juga para pendukung lainnya. Dengan kekompakan ini, soliditas ini, akhirnya kita bahu-membahu di pertandingan," ujar Reda.
Menurut Reda, target awal disusun berdasarkan perhitungan sebelum pertandingan. Namun, hasil sesungguhnya ditentukan oleh kesiapan fisik, strategi, dan mental para atlet saat berkompetisi.
"Kalau dihitung di atas kertas, target kita kan hanya 7 emas, 8 perak, 17 perunggu, berdasarkan catatan. Tetapi saya selalu bilang, prestasi itu ditentukan di medan pertandingan, tidak di atas kertas," tegasnya.
Sebanyak sembilan cabang olahraga menyumbangkan medali untuk Indonesia. Boccia meraih empat emas, sedangkan para atletik menjadi penyumbang terbanyak dengan 22 medali, terdiri dari tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu.
Para bulu tangkis menyumbang tiga emas, tiga perak, dan enam perunggu, sementara para renang meraih tiga emas, empat perak, dan dua perunggu. Para balap sepeda menambah satu emas dan empat perunggu, sedangkan para tenis meja menyumbang satu emas dan enam perunggu.
Para angkat berat membawa pulang dua perak dan lima perunggu. Para panahan meraih tiga perak dan satu perunggu, melampaui target awal dua perak, sementara para judo menyumbang satu perak dan dua perunggu.
Reda secara khusus menyoroti perkembangan boccia yang dinilainya menunjukkan hasil positif. Ia menyebut atlet Indonesia bahkan mampu mengalahkan Korea Selatan, negara yang pernah menjadi tempat mereka mempelajari cabang olahraga tersebut.
"Boccia memang dari prakualifikasi saja, sebelum ke Asian Para Games, itu ada pertandingan-pertandingan kualifikasi untuk mendapatkan tiket. Di situ memang kita juara. Kita belajar boccia ini di Korea Selatan, tapi bahkan kita bisa mengalahkan Korea Selatan," ungkap Reda.
Meski melampaui target, Reda menilai persiapan atlet masih perlu ditingkatkan. Sejumlah atlet yang gagal meraih medali atau hanya mendapatkan perunggu dinilai terkendala kondisi fisik karena pelatnas hanya berlangsung tiga bulan.
"Saya melihat beberapa atlet yang belum mendapatkan medali, ataupun yang baru hanya perunggu, itu kalah lebih banyak karena fisik. Kalau teknik, strategi, mereka sudah bagus-bagus, tetapi kalah di fisik. Karena pelatnasnya cuma tiga bulan," ujar Reda.
Karena itu, Reda berharap pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mendukung perpanjangan masa pelatnas. Ia juga mengajak dunia usaha membantu pembinaan atlet disabilitas melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Agenda berikutnya sudah menanti kontingen Indonesia, yakni ASEAN Para Games 2027 di Malaysia dan Paralimpiade Los Angeles 2028. Reda berharap atlet segera kembali berlatih agar kondisi fisik dan performa mereka tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, mengapresiasi perjuangan kontingen di tengah ketatnya persaingan antarnegara Asia. Ia menilai raihan 15 emas merupakan pencapaian membanggakan karena jauh melampaui target awal.
"Semuanya berat. Tapi ini Asia, 45 negara," kata Senny. "Kita dapat emas 15 dari target 7, sudah luar biasa," imbuhnya.
Senny menjelaskan, posisi Indonesia yang turun dibandingkan edisi sebelumnya turut dipengaruhi tidak dipertandingkannya para catur di Nagoya. Pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, cabang tersebut menyumbangkan 10 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu bagi Indonesia.
"Soalnya nggak ada catur. Alasannya itu, padahal catur penyumbang emas," jelas Senny. NPC Indonesia pun siap mengikuti arahan pemerintah untuk mempersiapkan atlet menuju ASEAN Para Games 2027 dengan harapan kembali merebut gelar juara umum.
(sub)
Load more