Hasil Buruk Awal Musim, Slemania Desak Managemen PSS Evaluasi Total
- Tim Tvone
Sleman, DIY - Kelompok suporter PS Sleman, Slemania, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terkait performa buruk Elang Jawa di awal musim. Slemania ingin ada perbaikan agar pertandingan ke depan lebih baik.
"Jujur kita kecewa dengan performa tim PSS secara keseluruhan di 4 pertandingan ini. Kita ingin ada evaluasi menyeluruh karena performa buruk PSS," ujar Ketua Umum Slemania, Rengga Dian Senjaya saat dihubungi wartawan, Senin (27/9).
Rengga menjelaskan, evaluasi yang dimaksud terkait dengan taktik yang dijalankan pelatih Dejan Antonic bersama timnya. Dia tak mengerti mengapa performa Super Elja tidak sesuai ekspektasi suporter.
"Evaluasi menyeluruh dalam segi taktikal. Sebenarnya apa yg salah di dalam tim PSS sehingga performanya seperti sekarang," terangnya.
Meski demikian, kelompok suporter tribun utara Stadion Maguwoharjo ini belum mengambil sikap terkait kinerja pelatih Dejan Antonic. Rengga masih butuh waktu untuk mengkonsolidasikan hal ini dengan anggotanya.
"Kita belum mengambil sikap apapun sampai saat ini. Karena kami masih membicarakan hal ini dengan pengurus dan akar rumput di Slemania sendiri. Nanti jika ada suatu keputusan pasti kita akan release statement di medsos resmi Slemania," imbuhnya.
Sebelumnya, kelompok suporter PS Sleman lainnya, Brigata Curva Sud (BCS) mendesak Dejan Antonic mundur dari kursi pelatih usai kalah dari Madura United 1-0. BCS menilai, performa PSS dibawah asuhan Dejan tidak stabil dan permainan cenderung monoton.
Dari 4 laga yang telah dijalani, Irfan Jaya dan kolega baru mengemas 1 kemenangan, 1 seri, dan sisanya 2 kali kalah. Hasil ini menempatkan Laskar Sembada di posisi 12 klasemen sementara dengan nilai 4.
"Mundur Coach! Sebelum hari berganti. Sebelum kekalahan lain menjemput. Kami bukan orang yang pintar dengan teknis analisis dan strategi sepakbola, tapi secara umum kami tahu, mana permainan menjanjikan dan mana yang menjemukan," tulisnya dalam akun resmi Intagram BCS.
Suporter BCS juga menuliskan tagar #DejanOut hingga trending di media sosial Twitter dalam dua hari ini. Namun hingga kini belum ada pernyataan apapun dari managemen PS Sleman terkait hal ini.(Andri Prasetiyo/rif)
Load more