Sudah Terlalu Bergantung dengan Megawati Hangestri, Jung Ho-young Akhirnya Jujur Soal Kondisi Red Sparks Sekarang: Entah Kenapa...
- KOVO
tvOnenews.com - Middle Blocker Red Sparks Jung Ho-young akhirnya blak-blakan soal kondisi timnya yang saat ini sudah terlalu bergantung dengan Megawati Hangestri.
Menurut pemain timnas voli Korea Selatan itu, sosok Megawati Hangestri berpengaruh terhadap performa Red Sparks di V-League 2024/2025.
Seperti diketahui, Megawati Hangestri seakan tidak kehilangan tajinya meski sudah dia musim berkarier di kompetisi voli Korea bersama klub Red Sparks.
Belum lama ini, Megawati Hangestri sukses antarkan Red Sparks mencatatkan 13 kemenangan beruntun untuk kali pertama sepanjang berdirinya klub.
Bahkan dalam laga di hari Jumat (7/2/2025) kemarin, Red Sparks sukses kandaskan juara bertahan musim lalu yaitu Suwon Hyundai E&C Hillstate dengan skor 3-1.
Hasil ini membuat Red Sparks semakin kokoh di posisi ketiga klasemen sementara V-League 2024/2025 sekaligus membuka peluang lolos ke play-off musim semi.
Kesuksesan Red Sparks di V-League musim ini tidak terlepas dari kontribusi impresif Megawati Hangestri yang luar biasa ketimbang periode sebelumnya.
Diduetkan bersama pemain timnas Serbia, Vanja Bukilic, Megawati Hangestri menjelma sebagai sosok mengerikan bagi kontestan V-League lainnya.
Bersama Vanja Bukilic jugalah Megawati Hangestri duduk di posisi lima besar top skor V-League 2024/2025 dengan koleksi 614 poin dari 25 penampilan.
Lebih mengagumkan lagi, Megawati Hangestri memimpin hampir semua statistik permainan di V-League, salah satunya presentase keberhasilan serangan.
Maka tak mengherankan apabila Megawati Hangestri dianugerahi dua kali MVP pada putaran ketiga dan keempat oleh KOVO selaku otoritas voli Korea.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran apabila Red Sparks sudah terlalu bergantung dengan Megawati Hangestri yang selama ini diandalkan sebagai mesin poin.
Desas-desus bermunculan setelah regulasi KOVO menyebut bahwa pemain asing Asia tak boleh memperkuat klub yang sama dalam tiga musim berturut-turut.
Itu artinya, Megawati Hangestri tidak bisa bertahan di Red Sparks musim depan apabila KOVO belum merevisi aturan yang sebelumnya mereka berlakukan.
Kondisi ini akhirnya disadari oleh pemain Red Sparks lainnya yaitu Jung Ho-young. Namun, sang middle blocker justru tak mau menanggapi kemungkinan tadi.
Meski Red Sparks terlalu bergantung dengan dua pemain asing Mega dan Bukilic, Jung Ho-young malah bersyukur timnya bisa punya kualitas serangan dari mereka berdua.
“Dari sudut tim pelatih Jung Kwan Jang, tim ini sangat kuat dengan keuntungan sepasang senjata yang bekerja sama (Mega dan Buki),” kata Jung Ho-young dalam wawancara singkat.
Pevoli andalan Timnas voli Korea Selatan itu mengungkapkan bahwa kerjanya selama ini lebih mudah dengan hadirnya duet Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic.
- KOVO
“Baik Hye-seon maupun Mega dan Buki, service mereka sangat bagus. Jadi jika lawan melakukan highball, blocking yang ku jaga bisa menjadi lebih mudah,” tukasnya.
Tidak hanya itu, Jung Ho-young merasa kalau Megawati Hangestri seperti sosok penyelamat bagi Red Sparks apabila sedang tertinggal di suatu laga.
“Entah kenapa, ketika kami tertinggal lima poin dan Mega melangkah untuk mengambil service, aku merasa seperti 'oh, kita mungkin akan berbalik di sekitar ini',” jelas Ho-young.
Di akhir pernyataannya, Jung Ho-young berterima kasih kepada rekan-rekan satu timnya di klub Red Sparks, salah satunya Megawati Hangestri.
“Aku sangat berterima kasih kepada rekan-rekan setimku,” tutupnya.
(han)
Load more