News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Tanpa Megawati Hangestri, Gresik Petrokimia Mampu Kalahkan Jakarta Pertamina Enduro, Jeff Jiang Akhirnya Jujur soal...

Tim putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia belum diperkuat Megawati Hangestri, tetapi berhasil bekuk Jakarta Pertamina Enduro 3-2 (23-25, 25-22, 13-25, 25-22, 15-9) pada seri I final four PLN Mobile Proliga 2025 di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Jawa Timur.
Minggu, 20 April 2025 - 00:30 WIB
Meski Gresik Petrokimia Mampu Kalahkan Jakarta Pertamina Enduro, Jeff Jiang Akhirnya Jujur soal Situasi Sulit Tanpa Megawati Hangestri
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Tim putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia belum diperkuat Megawati Hangestri, tetapi berhasil bekuk Jakarta Pertamina Enduro 3-2 (23-25, 25-22, 13-25, 25-22, 15-9) pada seri I final four PLN Mobile Proliga 2025 di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Jawa Timur.

Hasil pertandingan ini merupakan kemenangan pertama Petrokimia, setelah kalah pada laga perdana menghadapi Jakarta Popsivo Polwan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada laga keduanya ini, tim asuhan Jeff Jiang ini tertinggal 1-2 terlebih dahulu hingga set ketiga. Namun, mampu meraih dua set berikutnya pada set ketiga dan keempat.

Tim putri Gresik Petrokimia mengandalkan dua legiun asingnya, Julia Sangiacomo dan Anna Davyskiba dengan pemain lokalnya Mediol Yoku, Maya Indri Kurnia, Arnetta Putri, serta Romadhoni sebagai libero.

Sejak peluit set pertama dibunyikan, duel kedua tim sudah sengit, baik Gresik Petrokimia maupun Pertamina Enduro saling berebut poin. Beberapa kali eror dilakukan Maya Kurnia Indri dan kawan-kawan, menjadikan Pertamina Enduro unggul 7-8.

Dua legiun asing Pertamina Enduro, yakni Jordan Thompson dan Lana Scherban tampil memukau. Dari keduanya Pertamina Enduro banyak mendulang poin. Selain dua asingnya, Junaidah Santi juga tampil garang, beberapa kali spikenya menghasilkan poin. Pertengahan set pertama Gresik Petrokimia tertinggal 11 -15.

Menjelang akhir set pertama, Petrokimia mencoba mengejar ketertinggalan poin, namun servis error Ana Davyskiba menjadikan set poin 22-24. Dan ditutup 25-22 untuk Pertamina.

Set kedua dominasi Pertamina Enduro terus berlanjut, Junaidah Santi dan kawan-kawan memimpin 2-5.

Gresik Petrokimia terus berusaha mengejar ketertinggalan poin, hanya saja Jordan Thompson dan Yana Scherban terlalu tangguh untuk Mediol Yoku dan kawan-kawan, Gresik Petrokimia kembali tertinggal 8-12.

Pertengahan set kedua, usaha keras Mediol Yoku dan kawan-kawan berhasil menyamakan kedudukan 13-13.

Duel semakin menarik, poin pun saling kejar, kembali kedua tim berbagi poin 20-20.

Berhasil menyamakan kedudukan, Mediol Yoku di atas angin, bahkan mengambil set poin 24-22. Set kedua akhirnya dimenangkan Gresik Petrokimia 25-22, skor menjadi 1-1.

Set ketiga, Pertamina Enduro kembali bermain menekan dan hasil akhirnya Pertamina harus menyudahi set itu dengan poin 25-13. Kedudukan 2-1 bagi Pertamina.

Set keempat anak asuh Bullent Karslioglu langsung tancap gas. Sejak pertengahan set keempat saling kejar poin terus terjadi dari 15-15 hingga 20-20. Petrokimia terus mencoba memberikan tekanan di akhir set keempat dan unggul 23-21. Akhirnya set keempat direbut Petrokimia 25-22, skor menjadi 2-2.

Set kelima duel kedua tim semakin menegangkan. Gresik Petrokimia berhasil menutup set kelima 15-9, skor menjadi 3-2 untuk kemenangan Gresik Petrokimia.

Pelatih Pertamina Enduro, Bullent Karslioglu mengatakan pada awalnya para pemain bisa bermain bagus, tapi kemudian pemain seperti kehilangan akal.

"Jordan pun bermain kurang baik hari ini," kata Bullent usai laga.

Ia menambahkan untuk ke depannya akan tetap berlatih untuk mencapai target yang lebih baik.

Kapten tim Pertamina, Tisya mengakui sebenarnya hari ini bermain cukup baik. Namun, ia mengakui terjadi kesalahan sendiri sehingga kurang optimal.

"Hanya saja kami sering melakukan kesalahan sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Petrokimia, Jeff Jiang mengatakan tim bermain sangat bagus. Tim bisa mengatasi tekanan dengan baik.

"Semua passingnya bagus, dan semua pemain hari ini tampil luar biasa," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapten tim Petrokimia, Mediol Yoku mengakui pemain bisa bermain lepas.

"Meski banyak tekanan hari ini, kami bisa bermain lepas dan memenangkan pertandingan. "Hari ini kami bermain cukup enjoy, dan lepas dan tidak memikirkan kekalahan kemarin," kata Mediol.(ant/lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini Selasa (29/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan berhadapan dengan Iran untuk memperebutkan tiket menuju babak perempat final.
Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026, di mana ada dua wakil Indonesia yang akan berebut medali emas yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Media Vietnam, The Thao 247 menyindir kepiawaian 11 pemain diaspora dari hasil laga Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia skor 0-0 pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Sebuah video memperlihatkan suasana para penumpang histeris saat ada seekor hewan serangga kecoa terbang dalam gerbong wanita KRL rute Bogor viral di medsos.
Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia mengalami penurunan posisi karena belum berhasil menambah koleksi medali emas.
Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Pihak yang mengatasnamakan KPK NU mendatangi gedung KPK Merah Putih, Jumat (25/9/2026) untuk melaporkan dugaan politik uang dalam serta transaksi dana dalam proses Muktamar ke-35 NU.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT