Dibikin Pusing 2 Musim Beruntun, Kim Yeon-koung Akhirnya Blak-blakan Soal Megawati Hangestri: Banyak Orang Pasti...
- Kolase tvOnenews.com / KOVO / Instagram/redsparks
tvOnenews.com - Rivalitas panas di pentas Liga Voli Korea antara Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung akhirnya menemui ujungnya.
Dua musim terakhir, pevoli asal Indonesia ini terus membuat kapten Pink Spiders itu kelabakan—hingga nyaris merusak rencana pensiunnya yang sudah disiapkan sejak lama.
Pertarungan sengit di laga final V-League 2024/2025 antara Jung Kwan Jang Red Sparks dan Pink Spiders menjadi panggung terakhir bagi dua bintang besar: Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung.

- Kolase tvOnenews / KOVO / Instagram @megawatihangestrip
Keduanya tampil luar biasa dalam lima set pertandingan hidup-mati yang ditutup dengan skor dramatis 3-2 untuk kemenangan Pink Spiders (26-24, 26-24, 24-26, 23-25, 15-13).
Dalam laga tersebut, Megawati mencetak 37 poin dan menjadi top skor, sementara Kim Yeon-koung menyumbang 34 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 42,6 persen.
Meski Red Sparks harus puas menjadi runner-up, perjuangan Megatron—julukan Megawati—dengan kondisi lutut cedera layak diacungi jempol. Di laga sebelumnya, ia bahkan mencetak 40 dan 38 poin.
Namun yang paling menarik, Kim Yeon-koung akhirnya angkat suara soal rival beratnya itu.

- KOVO
Ia mengaku sempat heran dengan perkembangan Megawati yang kini benar-benar jadi ancaman nyata.
“Saya bertanya-tanya apakah Mega adalah pemain yang sehebat ini. Ia bermain dengan baik tahun lalu, tetapi ia telah berkembang menjadi pemain yang lebih tangguh musim ini," kata Kim, dikutip dari The Spike.
Kim bahkan menilai penampilan Megawati di gim ketiga dan keempat sangat mengejutkan, bukan hanya bagi dirinya, tapi juga bagi para penggemar voli di Korea.
"Ia (Mega) tampil baik di pertandingan ke-3 dan ke-4. Kami juga terkejut. Banyak orang pasti terkejut. Senang melihat penampilan seperti ini, tetapi jika Korea bertemu dengan tim nasional Indonesia, Mega, saya pikir ia akan menjadi pemain yang sangat tangguh,” tambahnya.
Sayangnya, duel kelas dunia antara dua ikon voli Asia ini tak akan bisa disaksikan di Liga Voli Korea musim depan.
Kim Yeon-koung telah resmi gantung sepatu, menutup karier profesionalnya dengan manis lewat gelar juara.
Sementara Megawati juga memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak bersama Red Sparks, meski tampil fenomenal.
Bukan hanya karena aturan KOVO yang melarang pemain asing (termasuk kuota Asia) tampil tiga musim beruntun di klub yang sama, Mega juga memilih pulang karena alasan keluarga.
"Keluarga nomor satu, karena karier bisa kapan aja, keluarga lebih penting dari segalanya menurut aku," kata Mega dalam wawancara dengan MBC News.
Pevoli 24 tahun itu telah kembali ke Indonesia sejak 10 April lalu, bahkan diantar langsung oleh pelatih Ko Hee-jin dan staf Red Sparks—menunjukkan betapa besarnya penghargaan klub atas kontribusi Mega selama dua musim terakhir.
Kini, Liga Voli Korea akan terasa berbeda tanpa dua bintang paling bersinar.
Tapi warisan Megawati Hangestri di Red Sparks dan pernyataan Kim Yeon-koung membuktikan satu hal: pevoli asal Indonesia ini bukan sekadar bintang tamu, tapi sosok yang benar-benar meninggalkan jejak di panggung Asia. (ind/asl)
Load more