News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Ditutup-tutupi Lagi, Megawati Hangestri Akui Hampir Cuma Satu Musim di Red Sparks Gegara Sempat Dapat Ancaman Begini ...

Megawati Hangestri hampir saja berhenti di tengah jalan saat membela Jung Kwan Jang Red Sparks pada musim keduanya, gegara dia mendapat ancaman bahwa harus...
Minggu, 8 Juni 2025 - 17:44 WIB
Megawati Hangestri
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Publik dan fans Voli Korea hampir saja kehilangan Megawati Hangestri di tengah kompetisi di musim keduanya di Liga Voli Korea.

Pasalnya, saat membela Red Sparks, Megatron mengaku sempat mendapat ancaman hingga hampir saja kariernya di Korea terancam tidak dapat dilanjutkan. Kok bisa? simak cerita lengkapnya di bawah ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pevoli asal Jember itu juga berhasil menyabet gelar MVP putaran pertama Liga Voli Korea atau V-League dan terpilih dalam jajaran pemain All Star Liga Voli Korea di musim pertamanya.

Tak cukup sekali, pada musim keduanya Mega kembali terpilih sebagai pemain All Star Liga Voli Korea musim 2024-2025.

Ko Hee-jin  membentuk senjata baru di Red Sparks, menemukan pengganti Giovanna Milana dan Lee So-young.

Pelatih termuda di V-League itu menduetkan Megawati Hangestri bersama Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju.

Terbukti secara perlahan, trio MVP (Megawati, Pyo Seung-ju, Vanja Bukilic) menjadi senjata mematikan bagi Red Sparks.

Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic
Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic
Sumber :
  • Red Sparks

 

Megawati Hangestri menuliskan sejarah baru bagi Red Sparks dalam meraih 13 kemenangan beruntun, melampaui rekor tim sebelumnya yang hanya 8 kemenangan beruntun.

Pemain andalan timnas voli putri Indonesia ini juga terpilih sebagai MVP dua kali secara beruntun (Putaran ketiga dan Keempat V-League 2024-2025).

Dalam voting, Mega berhasil mengalahkan rival sekaligus idolanya yakni Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung.

Tak hanya itu, Megawati Hangestri berhasil membawa tim berjuluk Red Force itu runner-up Liga Voli Korea usai bertarung 5 game melawan Pink Spiders yang diperkuat oleh Kim Yeon-koung.

Megatron hampir berhenti dari Red Sparks

Pada awalnya Megawati Hangestri menceritakan cita-citanya sejak kecil, justru bukan pemain Voli.

Megatron sangat ingin menjadi Polwan (Polisi Wanita).

"Dulu pingin jadi Polwan, tapi seiring berjalannya waktu sudah hilang cita-citanya," ujar Megawati Hangestri dilansir dari youtube sport77.

"Mungkin aku gak cocok aja di jalan itu, aku lebih suka yang nggak diatur aja, aku suka yang bebas aja" sambungnya.

Kemudian, Mega mengatakan bahwa sejak pindah dari Jember ke Surabaya, dirinya mendeklarasikan akan berkarier menjadi atlet profesional voli.

"Datang ke Surabaya, ikut voli tahun 2013, dari situ aku berpikir lebih cocok di Voli daripada Polwan," ujarnya.

"Sebenarnya jadi Polwan bisa, karena kan banyak atlet yang juga jadi polwan. Jadi aku udah ditawarin semua, tapi aku nggak mau," tuturnya.

Mega pun mengungkapkan fakta saat dirinya membela Red Sparks, dan hampir saja berhenti di tengah kompetisi V-League.

"Aku udah datang ke Red Sparks nih, pulang lagi ditelpon buat main di PON, kalau nggak main di PON, surat aku main di Korea tidak dikeluarin," ujarnya.

"Jadi gimana dong? yaudah main, nggak apa-apa bela dulu daerahnya," pungkasnya.

Hal itu mendapat respons dari Coach Riphan yang menjadi host dalam podcast tersebut.

Ia menganalogikan level pemain yang dihadapi Megawati Hangestri untuk turun di PON (Pekan Olahraga Nasional) yang sudah tidak setara lagi.

"Kebayang nggak sih ngelawan pemain bulutangkis PON melawan Taufik Hidayat (juara Olimpiade)," ujarnya.

Eks pemain Red Sparks Megawati Hangestri
Eks pemain Red Sparks Megawati Hangestri
Sumber :
  • KOVO

 

Sekedar informasi, PON 2024 merupakan kesempatan terakhir Megawati Hangestri untuk mengikuti ajang tersebut.

Cabang olahraga Voli di PON menerapkan aturan batasan usia 25 tahun, di mana kebetulan Megatron baru menginjak di usia tersebut.

Kehadiran Megawati Hangestri untuk tim Jatim sangat membawa dampak besar, Kontingen Jatim sukses menaklukkan Jabar 3-1 di partai final.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alhasil tim Voli Putri Jatim mendapatkan emas PON berkat Megawati Hangestri.

Tak cukup lama, Mega langsung terbang kembali ke Korea Selatan untuk bergabung dengan Red Sparks dan bermain di KOVO CUP 2024. (ind)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Link Live Streaming Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Mulai Pagi Ini, Amri/Nita dan Leo/Daniel Siap Rebut Medali Emas

Link Live Streaming Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Mulai Pagi Ini, Amri/Nita dan Leo/Daniel Siap Rebut Medali Emas

Link live streaming final bulu tangkis Asian Games 2026, di mana dua wakil Merah Putih akan tampil memperebutkan medali emas. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sama-sama menghadapi pasangan China.
Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Kontroversi Wasit Rugikan Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia, Justin Hubner: Walau 10 Pemain, Gawang Kami Masih Clean Sheet

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia usai sejumlah keputusan kontroversial wasit rugikan Garuda. Tetapi, Justin Hubner tegaskan skuad Garuda tetap kuat.
Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia "Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit", Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pembimbing umrah diduga menghina jemaah lansia. 
Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Gagal Kalahkan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Justru Merasa Puas dengan Hasil Imbang

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, merasa puas untuk bisa memetik satu poin dari Timnas Indonesia. Padahal, mereka unggul jumlah pemain sejak pengujung babak pertama.
Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, berbicara jujur soal kartu merah yang diberikan kepada Thom Haye. Dia mengakui bahwa itu mengubah jalannya permainan melawan Timnas Indonesia.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT