GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Triple Crown Rekor Sulit di Pacuan Kuda, Kenapa?

Triple Crown merujuk pada tiga balapan paling bergengsi dalam satu musim yang harus dimenangi oleh seekor kuda pacuan berusia tiga tahun.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 9 Juli 2025 - 10:25 WIB
Ilustrasi pacuan kuda
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam dunia pacuan kuda, hanya ada satu gelar yang mampu membungkam stadion dengan kekaguman, memicu sorak sorai yang mengguncang lintasan, dan mengabadikan nama dalam sejarah: Triple Crown.

Gelar ini bukan sekadar simbol tiga kemenangan beruntun. Ia adalah lambang supremasi mutlak. Hanya kuda-kuda terbaik, dengan joki yang memiliki insting tajam dan didukung tim pelatih berani serta strategi presisi, yang layak menyandangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Triple Crown merujuk pada tiga balapan paling bergengsi dalam satu musim yang harus dimenangi oleh seekor kuda pacuan berusia tiga tahun. Karena hanya terbuka bagi kuda usia tersebut, kesempatan mengejar Triple Crown hanya datang sekali seumur hidup—tak ada ulangan, tak ada musim kedua.

Sangat Sulit Diraih

Menggapai Triple Crown bukan perkara mudah. Pertama, ketiga balapan memiliki jarak berbeda, menuntut keseimbangan antara kecepatan dan daya tahan. Kedua, jeda antarbalapan biasanya singkat, membuat pemulihan fisik menjadi tantangan besar.

Selain itu, lawan-lawan yang dihadapi adalah para juara seangkatan. Belum lagi faktor luar seperti kondisi cuaca, kualitas lintasan, posisi start, hingga tekanan dari media. Tak heran jika hanya sedikit yang berhasil menaklukkan tantangan ini dan mengukir namanya sebagai Triple Crown Champion.

Triple Crown di Berbagai Negara

Amerika Serikat memiliki tiga balapan legendaris: Kentucky Derby (1.600 m), Preakness Stakes (1.900 m), dan Belmont Stakes (2.400 m). Dalam sejarah panjangnya, hanya 13 kuda berhasil menyapu bersih semuanya. Terakhir adalah Justify (2018), setelah American Pharoah (2015) memecah kebuntuan hampir 40 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Inggris, tempat lahirnya pacuan kuda modern, Triple Crown menjadi legenda yang sulit ditaklukkan: 2000 Guineas (1.600 m), The Derby (2.400 m), dan St. Leger (2.900 m). Sejak Nijinsky berjaya pada 1970, belum ada lagi yang berhasil menuntaskan ketiganya. Camelot sempat hampir sukses di 2012, namun gagal di langkah terakhir.

Jepang mengenal Triple Crown sebagai Sambakan, mencakup Satsuki Shō (2.000 m), Tokyo Yūshun / Japanese Derby (2.400 m), dan Kikuka Shō (3.000 m), dengan durasi berlangsung dari April hingga Oktober. Hingga 2023, baru delapan kuda jantan berhasil, terakhir Contrail di tahun 2020. Jepang juga punya versi khusus kuda betina, Triple Tiara, yang baru-baru ini dimenangi oleh Liberty Island (2023).

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Berkelas Edin Dzeko usai Bosnia Diremehkan Timnas Italia Jelang Final Playoff Piala Dunia 2026

Respons Berkelas Edin Dzeko usai Bosnia Diremehkan Timnas Italia Jelang Final Playoff Piala Dunia 2026

Kapten tim nasional Bosnia dan Herzegovina, Edin Dzeko, meminta para suporter untuk memberi penghormatan kepada Timnas Italia. Hal ini disampaikan setelah Federico Dimarco dan Guglielmo Vicario disinyalir meremehkan Bosnia.
Ada di Jawa Timur, Kertoembo Jadi Kampung Terpencil Cuma Terpapar Sinar Matahari 5 Jam di Lembah Gunung Wilis

Ada di Jawa Timur, Kertoembo Jadi Kampung Terpencil Cuma Terpapar Sinar Matahari 5 Jam di Lembah Gunung Wilis

Kampung Kertoembo sebagai kampung terpencil di Jawa Timur (Jatim). Letaknya di hutan di Desa Kare, Madiun, hanya tersentuh cahaya sinar matahari selama 5 jam.
Berita Foto: Zulhas Ungkap Visi Prabowo Subianto Hadapi Ancaman Konflik Dunia

Berita Foto: Zulhas Ungkap Visi Prabowo Subianto Hadapi Ancaman Konflik Dunia

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Indonesia patut bersyukur karena dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di tengah kondisi global yang dilanda krisis energi
DPR Beberkan 3 Skenario Ideal Penyelesaian Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

DPR Beberkan 3 Skenario Ideal Penyelesaian Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Sugiat Santoso selaku Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, membeberkan tiga skenario ideal penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Sufmi Dasco dan Raffi Ahmad Datang ke Rakernas PAN, Ini Kata Zulhas

Sufmi Dasco dan Raffi Ahmad Datang ke Rakernas PAN, Ini Kata Zulhas

Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Amanat Nasional (PAN) hari ini.
Tampil Gahar di FIFA Series 2026, Calvin Verdonk Sebut 'Kualitas' Dony Tri Pamungkas Rasa Pemain Eropa

Tampil Gahar di FIFA Series 2026, Calvin Verdonk Sebut 'Kualitas' Dony Tri Pamungkas Rasa Pemain Eropa

Dony Tri Pamungkas menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kepercayaan penuh dalam dua pertandingan FIFA Series 2026. Calvin Verdonk sebut kualitas Dony

Trending

Timnas Indonesia Terpopuler: Bulgaria Sebut Garuda Lebih Oke, Media Vietnam Heran, Starting XI Disorot

Timnas Indonesia Terpopuler: Bulgaria Sebut Garuda Lebih Oke, Media Vietnam Heran, Starting XI Disorot

Berita Timnas Indonesia terpopuler: dipuji pelatih Bulgaria, disorot media Vietnam, hingga pesan penting Sumardji untuk John Herdman usai FIFA Series 2026.
Usai Kalah dari Bulgaria, Sumardji Beri Catatan Penting untuk John Herdman

Usai Kalah dari Bulgaria, Sumardji Beri Catatan Penting untuk John Herdman

Pertandingan semalam (30/3) timnas Indonesia melawan Bulgaria berbuah poin 0-1. Posisinya garuda menjadi runner-up dalam laga FIFA Series.
Kesaksian Jujur Pelatih Bulgaria Usai Menang Susah Payah Lawan Timnas Indonesia: Selevel Tim Eropa Tengah

Kesaksian Jujur Pelatih Bulgaria Usai Menang Susah Payah Lawan Timnas Indonesia: Selevel Tim Eropa Tengah

Kemenangan tipis Bulgaria atas Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026 ternyata menyisakan cerita yang jauh lebih menarik. Pelatihnya akui level skuad Garuda.
Terpukau Kualitas Dony Tri Pamungkas di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Berharap Wonderkid Persija Segera Berkarier di Eropa

Terpukau Kualitas Dony Tri Pamungkas di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Berharap Wonderkid Persija Segera Berkarier di Eropa

Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk mengaku terpukau dengan kualitas yang dimiliki Dony Tri Pamungkas dan berharap ia bisa segera meniti karier di liga Eropa.
Ini Daftar 4 Klub Eropa Calon Destinasi Dony Tri Pamungkas Usai Direkomendasikan Bintang Ligue 1 Calvin Verdonk, Ada Eks Klub Thom Haye?

Ini Daftar 4 Klub Eropa Calon Destinasi Dony Tri Pamungkas Usai Direkomendasikan Bintang Ligue 1 Calvin Verdonk, Ada Eks Klub Thom Haye?

Calvin Verdonk puji kualitas Dony Tri Pamungkas di FIFA Series 2026. Ini 4 prediksi klub Eropa yang cocok jadi pelabuhan karier bintang muda Persija Jakarta.
Megawati Hangestri Resmi Reuni Bareng Yeum Hye-seon di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri Resmi Reuni Bareng Yeum Hye-seon di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri dikabarkan akan segera bertemu kembali dengan Yeum Hye-seon selaku kawan lamanya di Red Sparks pada final four Proliga 2026.
Dibanding Era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, Ini Reaksi Jujur Justin Hubner soal John Herdman di Timnas Indonesia: Dia Berbeda

Dibanding Era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, Ini Reaksi Jujur Justin Hubner soal John Herdman di Timnas Indonesia: Dia Berbeda

Justin Hubner ungkapkan perbedaan mencolok dalam gaya melatih John Herdman dibandingkan era sebelumnya di Timnas Indonesia. Ia menilai ada perbedaan pendekatan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT