GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Baru Berusia 17 Tahun, Kierana Laut Pimpin Kontingen Indonesia di Closing Ceremony SEA Games 2025 Malam Ini

Pada gelaran closing ceremony SEA Games 2025 di Thailand, Kontingen Indonesia dipimpin oleh Atlet Ice Skating, Kierana Alexandra Laut.
Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:19 WIB
Kontingen Indonesia di Opening Ceremony SEA Games 2025
Sumber :
  • NOC Indonesia/Rizki Fitrianto

tvOnenews.com - Pada gelaran closing ceremony SEA Games 2025 di Thailand, Kontingen Indonesia dipimpin oleh Atlet Ice Skating, Kierana Alexandra Laut.

Kierana Laut dipercaya membawa bendera Indonesia ketika kontingen Indonesia yang akan dipimpin Chef de Mission (CdM) Bayu Priawan Djokosoetono ketika berdefile di closing ceremony SEA Games 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gelaran Closing Ceremony SEA Games 2025 berlangsung di Rajamangala Stadium, Bangkok, Sabtu malam WIB. 

Opening Ceremony SEA Games 2025
Opening Ceremony SEA Games 2025
Sumber :
  • Facebook/SEA Games Thailand 2025

Kepercayaan kepada Kierana menjadi simbol munculnya generasi baru olahraga Indonesia di Asia Tenggara.

Atlet berusia 17 tahun itu tampil menonjol pada debutnya di SEA Games dengan mempersembahkan satu perak dari nomor short track speed skating mixed relay dan satu perunggu dari nomor 1500 meter individual.

"Persaingannya sangat ketat dan tekanannya luar biasa. Tapi dukungan tim membuat saya percaya diri dan bisa bertahan," kata Kierana.

Kierana akan diikuti sembilan atlet ice skating, ofisial, tim Headquarter (HQ), dan tim CdM.

Kibaran Merah Putih di stadion utama SEA Games itu akan menjadi akhir pesta olahraga Asia Tenggara 2025 dan refleksi perjuangan para atlet Indonesia sepanjang kejuaraan.

AAtlet Ice Skating Indonesia, Kierana Alexandra Laut
AAtlet Ice Skating Indonesia, Kierana Alexandra Laut
Sumber :
  • federasi.iceskating.dkijakarta

"Saya merasa sangat terhormat dipercaya membawa bendera Indonesia. Sempat nervous, tapi ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan," kata Kierana.

Atlet yang lahir dan besar di Kanada itu menegaskan komitmennya membela Indonesia di level internasional.

Dengan latar belakang ibu asal Jember dan ayah asal Siantar, Kierana menyebut SEA Games 2025 pijakan penting menuju prestasi yang lebih tinggi.

"Target ke depan tentu emas. Kami akan bekerja lebih keras. SEA Games ini membuktikan speed skating Indonesia punya kekuatan dan bisa menjadi langkah menuju Olimpiade," ujarnya.

Kierana mengapresiasi  federasi dan tim pendukung yang telah mendampinginya sepanjang SEA Games. 

"Yang terpenting bagi saya adalah bisa membuat Indonesia bangga," ujarnya. 

Kontingen Indonesia di Opening Ceremony SEA Games 2025
Kontingen Indonesia di Opening Ceremony SEA Games 2025
Sumber :
  • NOC Indonesia/Rizki Fitrianto

CdM Tim Indonesia Bayu Priawan Djokosoetono juga mengapresiasi atlet, pelatih, dan ofisial atas perjuangan mereka selama SEA Games Thailand 2025.

"Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, tim HQ, jajaran CdM, serta para sponsor yang telah bekerja tanpa lelah. Capaian di SEA Games ini bukan semata soal medali, tetapi juga dedikasi dan kebanggaan membawa nama Indonesia," kata Bayu.

Menurut Bayu, pengalaman bertanding di SEA Games 2025 akan menjadi bagian penting dalam perjalanan karier para atlet Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"SEA Games ini adalah bagian dari sejarah olahraga nasional. Semoga semangat juang yang ditunjukkan para atlet menjadi fondasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan," ujarnya.

(ant/akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sugiono Temui Sekjen PBB, Prabowo Disiapkan Hadir pada Board of Peace di Washington D.C.

Sugiono Temui Sekjen PBB, Prabowo Disiapkan Hadir pada Board of Peace di Washington D.C.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono bertemu langsung Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, di Markas Besar PBB, New York, AS bahas arah perdamaian Timur Tengah
Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT