GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Demi Tarik Tim Profesional ke Proliga, PBVSI Terapkan Salary Cup pada 2027

Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, mengatakan kebijakan salary cap akan mulai berlaku pada 2027 dan mengatur batas maksimal total gaji pemain, baik untuk atlet nasional maupun internasional.
Senin, 22 Desember 2025 - 23:47 WIB
Megawati Hangestri berseragam Gresik Petrokimia di final four Proliga 2025.
Sumber :
  • Instagram @petro_voli

Jakarta, tvOnenews.com – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) berencana menerapkan aturan pembatasan gaji atau salary cap bagi pemain klub peserta Proliga. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus mendorong peningkatan jumlah tim yang ikut serta di musim-musim mendatang.

Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, mengatakan kebijakan salary cap akan mulai berlaku pada 2027 dan mengatur batas maksimal total gaji pemain, baik untuk atlet nasional maupun internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita sudah membuat aturan, yaitu salary cap ini akan diterapkan pada tahun 2027. Nilainya akan kita sesuaikan agar tidak memberatkan atlet, tapi tetap memungkinkan klub-klub menengah untuk ikut berpartisipasi,” ujar Imam dalam konferensi pers Proliga 2026 di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Menurut Imam, kebijakan ini merupakan hasil evaluasi atas menurunnya jumlah peserta Proliga dalam beberapa tahun terakhir.

Proliga 2026 akan diikuti 12 tim yang terdiri dari lima tim putra dan tujuh tim putri. Sebagai perbandingan, pada musim 2023 kompetisi sempat diikuti 14 klub dengan rincian delapan tim putra dan enam tim putri.

Imam mengakui, berkurangnya jumlah tim disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pergantian manajemen di perusahaan pemilik klub dan tingginya biaya operasional yang harus dikeluarkan.

“Memang kita menyadari jumlah tim semakin menurun. Salah satu penyebabnya adalah pergantian di dalam perusahaan yang mengikuti Proliga,” jelasnya.

“Biaya untuk mengikuti Proliga juga cukup tinggi, sehingga klub-klub kecil dan menengah banyak yang tidak sanggup mengalokasikan dana,” tambah Imam.

Selain pembatasan gaji, PBVSI juga akan mengatur mekanisme transfer pemain untuk mencegah penumpukan pemain tim nasional di satu klub. Imam menyebut, nantinya setiap tim hanya boleh memiliki maksimal dua hingga tiga pemain nasional.

“Tidak boleh ada penumpukan pemain tim nasional dalam satu klub karena akan mengganggu pemerataan kekuatan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Imam menjelaskan, regulasi terkait salary cap dan pembatasan pemain nasional akan difinalisasi pada 2026 dan mulai diterapkan resmi setahun kemudian. PBVSI berharap aturan baru ini bisa meningkatkan partisipasi klub tanpa menurunkan kualitas kompetisi.

“Proliga adalah kasta tertinggi perbolavolian nasional. Harapannya, jumlah tim bisa bertambah dan kualitas kompetisi tetap terjaga,” tutup Imam.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Bela Kebijakan Pemerintah yang Dikritisi Sudirman Said, Ketua Relawan Jarnas Pasang Badan

Nasarudin selaku Ketua Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran menilai kritik Sudirman Said perlu dipahami secara objektif dengan mempertimbangkan situasi gejolak geopolitik saat ini.
Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Mengapa Advertising Tradisional Mulai Tertinggal di Era AI-Driven Growth?

Banyak bisnis masih memisahkan fungsi advertising dengan sistem operasional yang menangani pelanggan setelah iklan berjalan. Akibatnya, banyak potensi transaksi hilang
Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Children of Heaven Versi Indonesia: Film Legendaris Iran yang Pernah Masuk Nominasi Oscar

Secara garis besar, Children of Heaven versi Indonesia tetap mempertahankan inti cerita dari film aslinya. Film ini berkisah tentang dua kakak beradik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam
Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

Lantik Pengurus PAC, PDIP Banten Tekankan Aktivitas Sosial Kemasyarakatan

DPD PDIP Provinsi Banten terus melakukan konsolidasi internal dalam agenda politiknya hingga kerja-kerja partai yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT