News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Alasan Kenapa Pemain Padel Pemula Harus Menghindari Raket Carbon 18K, Gak Cocok!

Meskipun karbon 18K menawarkan tenaga (power) yang luar biasa bagi pemain profesional, raket ini sangat tidak fleksibel untuk pemain padel pemula.
Selasa, 30 Desember 2025 - 20:29 WIB
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Unsplash/Gabriel Martin

tvOnenews.com - Dalam dunia padel, ada godaan besar bagi pemula untuk langsung membeli perlengkapan "kasta tertinggi" agar terlihat profesional di lapangan.

Salah satu yang paling sering menjadi incaran adalah raket dengan lapisan carbon 18K. Angka 18K dalam spesifikasi raket padel merujuk pada jumlah serat karbon dalam satu untaian, yakni 18.000 serat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semakin tinggi angkanya, maka raket padel tersebut akan kian padat, kaku, dan keras permukaan raket tersebut.

Raket padel NOX AT10 Luxury GENIUS 18K | Raket padel Babolat Counter Viper
Raket padel NOX AT10 Luxury GENIUS 18K | Raket padel Babolat Counter Viper
Sumber :
  • noxsport.com | babolat.com

Meskipun karbon 18K menawarkan tenaga (power) yang luar biasa bagi pemain profesional, raket ini sangat tidak fleksibel.

Secara estetika, raket ini memang terlihat mewah dan sering digunakan oleh pemain World Padel Tour. Namun, bagi kamu yang baru memulai olahraga padel, menggunakan raket 18K justru bisa menimbulkan bahaya tertentu.

Lantas, mengapa pemain pemula tidak disarankan untuk menggunakan raket carbon 18K?

 

1. Minimnya "Sweet Spot" dan Toleransi Kesalahan

Ilustrasi raket padel
Ilustrasi raket padel
Sumber :
  • Pixabay/LisaVanDorp

Pemain pemula biasanya belum memiliki akurasi pukulan yang konsisten. Raket 18K memiliki sweet spot (titik pukul optimal) yang sangat kecil.

Jika kamu memukul bola sedikit saja di luar titik tengah, raket yang kaku ini tidak akan membantu memantulkan bola.

Akibatnya, bola akan "mati" atau tidak menyeberang net. Untuk pemula, hal ini akan memperlambat proses belajar dan merusak rasa percaya diri.

2. Risiko Cedera Padel Elbow

Ilustrasi cedera elbow
Ilustrasi cedera elbow
Sumber :
  • Pexels/Ron Lach

Inilah alasan paling krusial. Karena permukaannya sangat keras, raket 18K tidak menyerap getaran saat berbenturan dengan bola. Getaran tersebut akan diteruskan langsung ke pergelangan tangan, siku, hingga bahumu.

Bagi otot pemula yang belum terbiasa dengan intensitas padel, tekanan repetitif ini adalah penyebab utama Epicondylitis atau padel elbow.

Menggunakan raket yang terlalu keras sebelum otot kamu siap adalah cara tercepat untuk berhenti bermain padel selama berbulan-bulan karena pemulihan cedera.

3. Kesulitan Mengontrol Bola

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Unsplash/Gabriel Martin

Padel adalah olahraga tentang posisi dan taktik, bukan sekadar adu kekuatan. Raket 18K bersifat sangat reaktif; sentuhan sedikit saja bisa membuat bola melesat kencang.

Bagi pemula, raket carbon 18K akan membuat bola seringkali menghantam kaca belakang lawan secara langsung (out), karena sulitnya mengatur sensitivitas tenaga.

Alih-alih mengejar carbon 18K, mulailah dengan raket berbahan fiberglass atau carbon 3K dengan inti soft EVA foam.

Material tersebut jauh lebih lentur, mampu menyerap getaran, dan memberikan efek "pegas" yang membantu bola meluncur meski tenagamu belum maksimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Raket 18K adalah senjata mematikan di tangan yang tepat. Namun, bisa menjadi beban berat bagi tangan yang baru belajar.

Fokuslah pada penguasaan teknik dengan raket yang lebih bersahabat, dan biarkan ototmu beradaptasi sebelum beralih ke material yang lebih keras. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Banjir Rendam Hampir Seluruh Kota Bengkulu, 2.688 KK Terdampak

Banjir Rendam Hampir Seluruh Kota Bengkulu, 2.688 KK Terdampak

Pemerintah Kota Bengkulu mencatat sebanyak 2.688 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (5/4/2026) malam. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Deni, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan dan rekapitulasi jumlah warga terdampak sejak Senin hingga hari ini.
Bocoran FIFA Matchday Juni 2026, Sumardji Kantongi Satu Calon Lawan Timnas Indonesia

Bocoran FIFA Matchday Juni 2026, Sumardji Kantongi Satu Calon Lawan Timnas Indonesia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan Timnas Indonesia tidak akan absen pada agenda FIFA Matchday periode Juni 2026 mendatang. Kabar terbaru
Massimo Rivola: Menyebut Aprilia Underdog di MotoGP 2026 Itu Sudah Tidak Relevan!

Massimo Rivola: Menyebut Aprilia Underdog di MotoGP 2026 Itu Sudah Tidak Relevan!

Dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kuasai klasemen sementara MotoGP 2026
Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Palembang Peringatkan Ancaman Banjir hingga Karhutla di 18 Kecamatan

Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Palembang Peringatkan Ancaman Banjir hingga Karhutla di 18 Kecamatan

Kepala BPBD Kota Palembang, Ahmad Furqon, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektoral bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Basarnas guna memantau dinamika cuaca dan mempercepat respons darurat.
Kejuaraan Asia 2026: Atasi Ganda Hong Kong, Jafar/Felisha Akui Sempat Panik di Game Kedua

Kejuaraan Asia 2026: Atasi Ganda Hong Kong, Jafar/Felisha Akui Sempat Panik di Game Kedua

Pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu sukses membuka langkah positif pada ajang Kejuaraan Asia 2026.
Hasil Pertandingan Laga Pekan Kedua Piala AFF Futsal 2026, 4 Tim Segel Babak Semifinal

Hasil Pertandingan Laga Pekan Kedua Piala AFF Futsal 2026, 4 Tim Segel Babak Semifinal

Menariknya, pada laga pekan kedua Piala AFF Futsal 2026 ini telah ditentukan empat tim yang akan melaju ke babak semifinal. 

Trending

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan 2 Striker Haus Gol Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan 2 Striker Haus Gol Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan mencurigai langkah PSSI dalam melakukan proses naturalisasi 2 striker haus gol agar bisa membela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Solo pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan langsung menjalani big match antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG bergerak fluktuatif jelang keputusan FTSE Russell 7 April 2026, pasar tunggu arah status FTSE Indonesia dan dampaknya pada dana asing.
Kelar Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Kembali Kasih Kabar Kurang Menyenangkan untuk John Herdman

Kelar Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Kembali Kasih Kabar Kurang Menyenangkan untuk John Herdman

Elkan Baggott kembali memberikan kabar kurang menyenangkan untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Sang bek tengah kembali belum menjadi andalan untuk klubnya.
Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Satu pemain Timnas Indonesia lagi menghilang dari skuad pada laga pertama mereka setelah FIFA Series 2026. Sebelumnya, ini menimpa para pemain diaspora di Liga Belanda.
Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Nama Pascal Struijk mendadak jadi sorotan usai tampil sebagai pahlawan Leeds United dalam laga dramatis Piala FA. Media Belanda beri pujian setinggi langit.
Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!

Kepala DPMPTSP Jabar ungkap persoalan izin SMK IDN ada di tiga kampus SMK IDN di wilayah Bogor, yakni di Jonggol, Sentul, dan Pamijahan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT