News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Alasan Mengapa Raket Padel Carbon 18K Tidak Cocok untuk Digunakan oleh Pemula

Bagi pemain yang baru menjajaki olahraga padel, karakteristik raket yang sangat keras dapat memicu kesulitan teknis hingga risiko cedera. Lantas, mengapa raket 18K sebaiknya dihindari oleh pemula?
Senin, 5 Januari 2026 - 22:32 WIB
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Pexels/khezez | خزاز

tvOnenews.com - Penggunaan raket Carbon 18K, yang memiliki kepadatan 18.000 filamen, sering kali menjadi incaran pemula karena faktor prestise.

Namun, di balik tampilannya yang elegan dan performa tinggi bagi atlet profesional, kekakuan material ini sangat minim fleksibilitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi pemain yang baru menjajaki olahraga padel, karakteristik raket yang sangat keras ini justru dapat memicu kesulitan teknis hingga risiko cedera. Lantas, mengapa raket 18K sebaiknya dihindari oleh pemula?

 

1. Minimnya "Sweet Spot" dan Toleransi Kesalahan

Ilustrasi raket padel
Ilustrasi raket padel
Sumber :
  • Pixabay/LisaVanDorp

Pemain pemula biasanya belum memiliki akurasi pukulan yang konsisten. Raket 18K memiliki sweet spot (titik pukul optimal) yang sangat kecil.

Jika kamu memukul bola sedikit saja di luar titik tengah, raket yang kaku ini tidak akan membantu memantulkan bola.

Akibatnya, bola akan "mati" atau tidak menyeberang net. Untuk pemula, hal ini akan memperlambat proses belajar dan merusak rasa percaya diri.

2. Risiko Cedera Padel Elbow

Ilustrasi cedera elbow
Ilustrasi cedera elbow
Sumber :
  • Pexels/Ron Lach

Inilah alasan paling krusial. Karena permukaannya sangat keras, raket 18K tidak menyerap getaran saat berbenturan dengan bola. Getaran tersebut akan diteruskan langsung ke pergelangan tangan, siku, hingga bahumu.

Bagi otot pemula yang belum terbiasa dengan intensitas padel, tekanan repetitif ini adalah penyebab utama Epicondylitis atau padel elbow.

Menggunakan raket yang terlalu keras sebelum otot kamu siap adalah cara tercepat untuk berhenti bermain padel selama berbulan-bulan karena pemulihan cedera.

3. Kesulitan Mengontrol Bola

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Unsplash/Gabriel Martin

Padel adalah olahraga tentang posisi dan taktik, bukan sekadar adu kekuatan. Raket 18K bersifat sangat reaktif; sentuhan sedikit saja bisa membuat bola melesat kencang.

Bagi pemula, raket carbon 18K akan membuat bola seringkali menghantam kaca belakang lawan secara langsung (out), karena sulitnya mengatur sensitivitas tenaga.

Alih-alih mengejar carbon 18K, mulailah dengan raket berbahan fiberglass atau carbon 3K dengan inti soft EVA foam.

Material tersebut jauh lebih lentur, mampu menyerap getaran, dan memberikan efek "pegas" yang membantu bola meluncur meski tenagamu belum maksimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Raket 18K adalah senjata mematikan di tangan yang tepat. Namun, bisa menjadi beban berat bagi tangan yang baru belajar.

Fokuslah pada penguasaan teknik dengan raket yang lebih bersahabat, dan biarkan ototmu beradaptasi sebelum beralih ke material yang lebih keras. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT