Tanggapi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Menimpa Atlet Kickboxing, Menopora Langsung Beri Respon Tegas!
- ANTARA/Fajar Satriyo/am
tvOnenews.com - Dunia olahraga Indonesia kembali diterpa kabar kurang mengenakan dimana salah satu atlet Kickboxing mengungkap adanya kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelatihnya.
Kasus dugaan kekerasan seksual itu diungkap oleh atlet kickboxing berinisial VAP melalui unggahan di media sosial.
Dalam narasinya, VAP mengaku memendam kejadian (dugaan kekerasan seksual) itu sejak lama. Dia mengaku takut mengungkapkan kasus tersebut karena terduga pelaku merupakan ketua, sedangkan, dirinya hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus berlatih meraih juara.
- ANTARA
"Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat," tulis VAP dalam narasinya.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur yang menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka.
Terkait ramainya kabar tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir langsung beri respon tegas.
"Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan atau memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup," kata Erick Thohir dalam keterangan resmi.
Menpora mengatakan cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya membuatnya merasa terluka.
Dia menghargai keberanian korban untuk bercerita yang menurutnya bukan hal mudah untuk mengatasi trauma atas peristiwa itu, tetapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang.
"Saya merasakan kepedihan ketika membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada berbagai pihak," katanya.
Ironisnya, kata dia, terduga pelaku adalah pelatih dan ketua pengurus provinsi kickboxing Indonesia Jawa Timur, yang seharusnya amanah dalam mengayomi, menjaga, membantu dan membina atlet.
- ANTARA/Fajar Satriyo/am
Menpora menjelaskan bahwa pada dua kasus terakhir terkait kekerasan seksual (yang menimpa atlet panjat tebing dan atlet kickboxing) yang naik ke jalur hukum, terduga pelaku adalah pelatih yang menyalahgunakan kewenangan pada atlet.
Dia mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan dalam kasus tersebut.
"Saya berharap dengan ditetapkannya terduga pelaku sebagai tersangka, keadilan bagi korban dapat ditegakkan," katanya.
Menpora menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan relasi kuasa, jabatan, atau posisi dalam dunia olahraga untuk melakukan tindakan yang merugikan atlet maupun insan olahraga lainnya.
"Tidak ada toleransi dan tidak ada tempat bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan," katanya.
"Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas. Atlet harus dilindungi agar dapat berprestasi tanpa rasa takut dan kita ciptakan support system bagi mereka," katanya.
(ant/akg)
Load more